Dampak Kerumunan Turnamen Sepakbola Kerbau Cup di Serang, Kapolsek Dicopot
Merdeka.com - Pascaperistiwa pelanggaran protokol kesehatan pada kegiatan turnamen sepak bola kerbau cup di lapangan Gelora Graha Cibogoh, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten, Kapolsek dicopot. Kapores Serang Kota AKBP Yunus Hadith Pranoto memimpin langsung serah terima jabatan Kapolsek Walantaka AKP Kasmuri kepada AKP Sudibyo.
"(Sertijab) Bisa kapan saja, bisa kepada siapa saja. Itu mungkin ada pertimbangan, keputusan kewenangannya ada di Polda. Mungkin ada evaluasi terkait itu (kerumunan di turnamen sepakbola)," katanya di Mapolres Serang Kota, Kamis (3/12).
Yunus mengatakan, pihaknya hanya menjalankan tugas, kewenangan penggantian jabatan merupakan kewenangan Polda.
"Jadi untuk kejadian kerumunan tentunya semua kendali satgas, polisi termasuk di dalamnya, ada unsur Pemkot dan Dandim," jelasnya.
Sementara itu Kapolsek Walantaka yang baru dilantik, AKP Sudibyo mengaku tidak mengetahui jelas alasan utama dari pergantian Kapolsek Walantaka.
"Saya Kapolsek yang baru, pada hari ini terimakasih, bahwa saya menjabat diberi amanah menjadi Kapolsek Walantaka. Permasalahan Kapolsek kurang begitu jelas, mungkin karena adanya pertandingan sepakbola yang mengakibatkan kerumunan massa," paparnya.
Periksa Panitia
Panitia turnamen pun di panggil Polres Serang Kota. "Untuk proses selanjutnya kami sudah melakukan pemanggilan kepada panitia dan pihak terkait, kompeten terhadap kegiatan turnamen sepakbola tersebut," kata Kapolres.
Yunus mengungkapkan, pasal yang dilanggar pihak terkait yakni Undang-undang nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan Undangan-undangan nomor 6 tahun 2018 tentang karantina kesehatan.
"Pasalnya terkait Undan-Undang Wabah Penyakit, Karantina Kesehatan," katanya.
Sementara itu, Camat Walantaka Karsono, mengatakan, dirinya telah melarang kegiatan turnamen sepakbola yang berhadiahkan satu ekor kerbau itu. Namun penyelenggara tetap melanjutkan turnamen tersebut.
"Dari awal sudah kita larang turnamen itu, tetapi panitianya bandel," katanya.
Karsono mengaku tidak pernah mengecek langsung ke lokasi. Sehingga dirinya tidak tahu persis kondisi pelaksanaan protokol kesehatan saat turnamen.
"Iya itu saya akui, karena saya belum pernah ke lokasi. Jadi tidak tahu persis bagaimana ramainya," ujarnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya