Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Damai bersama Iwan Fals

Damai bersama Iwan Fals Iwan Fals. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - "Ayo kita kembali ke akidah kita. Kita lindungi minoritas. Kita lindungi agama asli, kejawen, Sunda Wiwitan, Kristen, Buddha, dan lain-lain harus nyaman, harus tumbuh berkembang di tengah orang muslim," ujar Iwan Fals saat berbincang dengan merdeka.com, Mei tahun lalu.

Pesan itu bukan tanpa sebab keluar dari bibir Iwan Fals, itu dia jawab ketika ia sedang menyiapkan konser Nyanyian Raya (Baca: Umat Islam harus lindungi kaum minoritas). Bagi Iwan, kehadiran karyanya paling tidak mampu menjadi salah satu ungkapan untuk orang tergerak. "Mari kita silaturahmi. Kadang silaturahmi jadi gombal. Sudah jadi basa-basi dan sekarang benar-benar kita terapkan," ujarnya berpesan.

Iwan memang bukan salah satu orang yang pandai untuk mengingat ide-ide atas karyanya yang fenomenal. Dia pun mengakui jika karya-karya yang dibuat tak pernah di catat kapan tepatnya dibuat. Kalau lagi dapat ide, Iwan Fals mengaku biasanya langsung dikembangkan, entah lewat gitar atau langsung mencatat syairnya itu.

Bagi Iwan, lingkungan memang menjadi inspirasi bagi dia untuk berkarya. Sebagai contoh album Opini yang dirilis 33 tahun lalu. Lagu berjudul 'Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi' menjadi contoh luapan kritik Iwan Fals kepada penguasa saat itu. Lagu itu muncul tak kala, penambangan hutan dan perusakan alam begitu masif.

Iwan memang mengakui jika karya-karyanya bertema lingkungan itu muncul atas kepeduliannya terhadap lingkungan. Ide itu pun menjadi spirit nyata di kediamannya yang terletak di Desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok-Jawa Barat. "Itu pohon asem sudah 20 tahun," ujar Iwan mencontohkan pentingnya merawat alam.

Kediamannya memang rindang. Jika sedang tak sibuk, terkadang Iwan Fals berkebun. Murti, Manager PT Tiga Rambu mengakui jika Iwan Fals memang mencintai lingkungan. Dia menunjuk salah satu kebun yang tak jauh dari rumah utama Iwan Fals. "Di sana ada kebun jagung," ujar Murti saat menemani merdeka.com mewawancarai Iwan Fals beberapa waktu lalu.

Iwan pun memiliki sebidang tanah tak jauh dari kediamannya yang diperuntukan untuk hutan kecil. Bagi dia, memelihara lingkungan bukan hanya celoteh belaka. Jadi jangan kaget jika berkunjung ke kediaman Iwan Fals, rindangnya pohon yang asri membuat teduh kediamannya.

Di sepanjang jalan kediaman Iwan Fals memang ditumbuhi pepohonan. Bahkan tempat konser kecil di rumahnya yang mampu menampung seribu orang juga tak luput dari pohon. Di sana ada pohon matoa, jamblang dan pohon sukun. Tiga pohon itu memang sudah jarang ditemui menghias setiap halaman rumah.

Bagi Iwan ide melestarikan alam memang sudah dijelaskan dalam kitab suci. Sebagai seorang muslim, Iwan memegang teguh ajaran itu. "Secara agama, secara Islam, nggak boleh merusak pohon, perempuan, dan anak. Kalaupun besok kiamat kita harus punya satu biji, kita harus tanam. Nah itu dalam kitab suci diajarin," ujar Iwan Fals.

Iwan menjelaskan idenya membagi-bagikan pohon setiap habis konser di rumahnya. Bagi Iwan, dia tak meminta untuk semua orang mengikuti idenya. Namun paling tidak, dengan begitu pesan menjaga lingkungan ia coba sampaikan. "Setiap daun kita tanam itu berzikir," katanya.

(mdk/war)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP