Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dalil menyimpang sang guru silat

Dalil menyimpang sang guru silat Ilustrasi aliran sesat. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Keresahan meliputi mantan anggota Lembaga Seni Bela Diri (LSBD) Himatul Iman (HI). Penyebabnya, salah satu pimpinan lembaga itu berinisial DZA dinilai menyimpang dari ajaran Islam.

Mereka kemarin mengadukan perilaku DZA ke Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat di Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung. Kini mereka sudah keluar dari perguruan itu. Nama lembaganya pun berubah menjadi Lanterha the Lemurian Meditation, sejak awal 2016.

Para pelapor melampirkan beberapa barang bukti berupa video dan rekaman isi dialog, maupun tulisan berada di grup WhatsApp. Laporan diterima Ketua MUI Jabar, Rahmat Syafe'i, Sekretaris Rafani Achyar, Ketua Komite Fatwa MUI Jabar Badruzzaman M Yunnus, serta beberapa pengurus lainnya.

Mantan anggota LSBD HI, Muhammad Yudi Wahyudin menceritakan, awal mula dia bergabung pada 1989 silam. Dia mengaku saat itu tertarik ingin bisa bela diri. Selama lima tahun bergabung, dia tidak ada melihat gelagat buruk dari perguruan itu.

Hanya saja di pertengahan 1990, keganjilan mulai dirasakan. Suatu ketika dia pernah berkunjung ke salah satu pusat perbelanjaan di Bandung bersama DZA. Sepanjang hari itu, dia melihat DZA tidak pernah melaksanakan salat lima waktu.

"Jadi dia memang tidak pernah salat," kata Yudi.

Suatu ketika pada 2004 lalu, Yudi mengaku memberanikan diri menanyakan langsung alasan DZA ini tidak melaksanakan salat. Yudi justru terkaget-kaget mendengar argumen DZA.

"Katanya salat bisa disatuin dari Subuh sampai Isya," ujar Yudi menirukan DZA.

Hari demi hari berlalu, menurut Yudi ajaran DZA semakin berkembang dan mengganti salat menjadi Ritual Salat Tanpa Bacaan (RSTB). Cara salat dilakukan berbeda dengan apa yang diajarkan Nabi Muhammad S.A.W., di mana gerakannya tanpa bacaan, bahkan tanpa membaca Al-Fatihah.

"Selain salat bisa disatukan, ke sini berkembang. Banyak laporan makin aneh. Salat katanya bisa diganti dengan RSTB. Jadi salat itu hanya merasakan kesadaran dalam diri, jadi semacam kontemplasi," ucap Yudi. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP