Dalil fatwa fardhu ain pilih Khofifah lemah, kiai sepuh solid dukung Gus Ipul-Puti
Merdeka.com - Adanya fatwa fardhu ain untuk memilih pasang Khofifah-Emil di Pilgub Jawa Timur tidak takutkan oleh Forum Santri Cinta Damai (Santai). Menurut Kiai Nurul Huda Djazuli dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri, dalil fatwa fardhu ain pilih Khofifah sangat subjektif dan tendensius.
"Jadi dalil yang disampaikan paslon lain sangat lemah dan penafsiran yang subyektif sekaligus tendensius. Sarat dengan kepentingan. Dan kiai-kiai sepuh mengarahkan dukungan kepada Gus Ipul yang melalui proses ijtihad, istikharah dan musyawarah merupakan cara-cara ulama di dalam menentukan pilihan," ujar Kiai Nurul Huda Djazuli melalui Gus Kautsar kepada wartawan, Senin (25/6).
Menurut Kiai Nurul Huda Djazuli melalui Gus Kautsar, saat ini yang paling penting adalah membuat pilgub yang akan berlangsung 27 Juni mendatang berjalan damai, adem dan warga Jatim bisa memilih dengan menggunakan hati nuraninya tanpa ada perasaan takut atas keluarnya fatwa fardhu ain itu.
"Warga tidak perlu takut dicap mengkhianati Allah SWT dan Rasulnya. Ini karena fatwa itu menggunakan dalil sepotong-sepotong dan dhaif. jadi ndak usah takut kalau milih selain Khofifah," ujarnya.
Pernyataan ini dibuat untuk menangkal fatwa fardhu ain yang dihasilkan dalam pertemuan di Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto, 3 Juni lalu. Dalam pertemuan yang dihadiri Khofifah itu melahirkan surat fatwa bernomor 1/SF-FA/6/2018.
Mengutip dalil sebuah kitab, para ulama pendukung Khofifah-Emil yang diwakili KH Asep Saifuddin Chalim menyebut, umat Islam termasuk para Kiai yang tidak mendukung Khofifah sama dengan mengingkari Allah dan Rasul-Nya. Fatwa fardhu ain ini kemudian ramai dan menjadi polemik.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya