Dalami dugaan korupsi underpass Soekarno-Hatta, polisi gandeng BPK
Merdeka.com - Penyidik Polda Metro Jaya terus mendalami adanya dugaan korupsi dalam pembangunan underpass di perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Tangerang yang anjlok dan menewaskan satu orang. Kepolisian juga menggandeng Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk mengusut kasus tersebut.
"Kalau tidak salah teman-teman masih lidik ya. Kan kita kerjasama dengan pihak Tipikor Bareskrim. Seluruh leading-nya diatur oleh teman-teman Tipikor Bareskrim. Kan kita enggak sendiri tapi kita dibantu tim audit dari teman-teman BPK ya," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan, di Mapolda Metro, Kamis (15/3).
Adi menjelaskan, pihaknya masih menunggu pemeriksaan dari saksi ahli dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi. Kesaksian ahli tersebut yang menjadi pegangan polisi untuk menguak dugaan korupsi itu.
"Itu teknis yang bisa menguji dan mengetahui itu ahli. Kita enggak ada keahlian dalam kontruksi, kita tidak bisa berasumsi ada (material bangunan) yang dikurangi," ucapnya.
"Maka dari itu dulu kita dapatkan nah memang ada secara kasat mata ada yang jatuh runtuh, tetapi kita tidak bisa bilang ini karena runtuh enggak harus berbicara pada sisi teknis. Sisi teknisnya apa? Nah itu yang nanti oleh ahli dijelaskan kepada kami," ujar Adi.
Sebelumnya, kepolisian bandara Soekarno Hatta melimpahkan berkas terkait kejadian longsornya underpass jalur perimeter Selatan yang menewaskan satu orang pengendara ke Polda Metro Jaya. Pelimpahan ini terkait dugaan adanya korupsi pada pembangunan underpass itu.
"Iya indikasi atau dugaannya ya ada hal itu (korupsi)," kata Wakapolres Bandara Soekarno Hatta AKBP SIWI Erma Andriyani di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (7/3).
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya