Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dalam pertemanan, dianggap wajar bila Jessica pesan kopi untuk Mirna

Dalam pertemanan, dianggap wajar bila Jessica pesan kopi untuk Mirna Sidang Jessica. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Saksi ahli psikologi klinis Antonio Ratih Andjayani melihat niat baik terdakwa Jessica Kumala Wongso yang memesankan kopi Vietnam kepada Wayan Mirna Salihin adalah hal yang biasa terjadi dalam sebuah hubungan pertemanan. Terlebih, keduanya merupakan teman yang lama tak jumpa.

"Jessica menunjukkan adanya itikad baik untuk menunjukkan inisiatif memesankan kopi temannya. Ini hal biasa. Lumrah terjadi di dalam pergaulan," kata Antonia di ruang Sidang Koesoema Atmadja 1 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (15/8).

Lebih lanjut, Antonia menjelaskan, bila Mirna menolak dipesankan minuman oleh Jessica itu juga hal yang wajar. Sebab dalam percakapan di WhatsApp grup Mirna juga menyebutkan minuman yang menjadi favoritnya.

Kalaupun akhirnya Mirna menyatakan tidak keberatan, itu bisa jadi ada dua kemungkinan. "Setuju atau sungkan," imbuh Antonia.

Tak hanya itu, bingkisan dalam paper bag yang dibawa Jessica pun bukan hal yang aneh dilakukan oleh orang. Sebab itu pun banyak dilakukan oleh orang lain. Sebab Antonia menilai itu bentuk apresiasi dan perhatian kepada teman sebagai wujud perhatian.

"Kalau bicara perilaku orang muda, dalam persahabatan, pertemanan yang lama, memberi hadiah adalah hal sering dilakukan," jelas Antonia.

Gerak-gerik Jessica yang terekam kamera CCTV sebelum masuk kafe Olivier untuk melihat-lihat dan menuju resepsionis juga hal yang wajar. Sebab, Jessica terlihat hanya ditunjukkan oleh petugas meja 54.

"Langsung datang ketemu resepsionis, minta ditunjukkan tempat dan direkomendasikan, itu hal biasa," tutup Antonia.

(mdk/sho)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP