Dalam Lapas, Napi di Sumsel Bak Susunan Sarden
Merdeka.com - Dari 20 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Sumatera Selatan, 18 di antaranya mengalami kelebihan kapasitas. Bahkan, narapidana yang menghuninya mencapai dua kali lipat.
Kondisi seperti ini diibaratkan Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sumsel, Sudirman D Hury dengan istilah susun sarden. Napi mesti berdesak-desakan di dalam sel dengan napi lain.
"Ya, untuk lapas di Sumsel mayoritas sudah over kapasitas, seperti susun dencis (sarden) dalam satu kamar," ungkap Sudirman, Kamis (7/2).
Salah satu lapas yang disebut sudah kelebihan penghuni adalah Lapas Pakjo Palembang. Lapas itu idealnya menampung 750 napi, tetapi kini dihuni oleh 1.665 terhukum.
"Kami tidak bisa berbuat banyak, anggaran revitalisasi juga sangat terbatas, memang kadang ada bantuan dari Pemda, tapi tidak cukup," ujarnya.
Salah satu cara yang dipakai adalah memindahkan napi ke lapas yang dinilai masih layak. Hanya saja, penjagaan dimaksimalkan dengan membentuk regu yang berisi 17 petugas di setiap lapas.
"Memang masih kurang petugasnya, tapi setidaknya bisa menekan terjadinya pelanggaran atau lainnya oleh napi," pungkasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya