Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dalam Jangka Panjang, Sodetan Ciliwung Dinilai Tak Ramah Lingkungan

Dalam Jangka Panjang, Sodetan Ciliwung Dinilai Tak Ramah Lingkungan Proyek sodetan Kali Ciliwung. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Usai bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah DKI Jakarta, pemerintah pusat dan daerah fokus menggarap proyek sodetan kali ciliwung. Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengatakan sodetan tersebut tidaklah ramah lingkungan.

"Sodetan itu tujuannya untuk mempercepat, praktisnya seperti itu, untuk jangka pendek itu tidak ada masalah tetapi untuk jangka panjang sodetan seperti itu tidak ramah lingkungan," ucap Nirwono di sebuah diskusi dengan tema banjir, Jakarta Barat, Rabu (15/1).

Dijelaskan Nirwono, bahwa tujuan utama sodetan Ciliwung yaitu untuk dapat mengurangi beban kali yang mengalir ke Manggarai. Lalu mengganti rute pengaliran air yang dari Ciliwung langsung ke Banjir Kanal Timur.

Hal itulah yang menurut Nirwono perlu menjadi pertimbangan dari pemerintah pusat. Karena bila semua air dari Ciliwung dibuang ke Banjir Kanal Timur maka pada musim kemarau Jakarta akan mengalami kekeringan.

"Sebenarnya yang harus dilakukan sungai-sungai tadi bukan disodet dibuang ke Banjir Kanal Timur, tapi dialirkan ke situ danau embung waduk terdekat, bukan langsung ke Banjir Kanal Timur," sambung Nirwono.

Alirkan ke Danau Embung Waduk

Nirwono menambahkan bila air hujan dialirkan ke situ danau embung waduk terdekat, maka akan ada dua keuntungan yang didapatkan. Keuntungan pertama yaitu situ danau embung waduk terisi penuh, artinya yang dibuang ke sungai berkurang dan yang dibuang ke laut juga menjadi berkurang.

"Keuntungan kedua, saat menghadapi bencana berikutnya di musim kemarau, yaitu kebutuhan air bersih tetap terpenuhi. Karena tidak semua dibuang ke laut," kata Nirwono.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP