Dalam dua pekan, dua warga Gunungkidul tewas gantung diri
Merdeka.com - Kasus bunuh diri marak terjadi di Gunungkidul, Yogyakarta. Selama dua pekan terakhir tercatat ada dua warga yang melakukan bunuh diri dengan cara menggantung.
Sukijo (50) warga Sidorejo, Sodo, Paliyan Gunungkidul ditemukan sudah tak bernyawa karena menggantung diri. Sukijo diduga nekat gantung diri karena masalah keluarga.
Menurut Kapolsek Paliyan AKP Catur Widodo, Sukijo ditemukan menggantung pertama kali sekitar pukul 08.00 WIB. Saksi mata melihat dari jauh ada sesuatu yang menggantung di pohon Asem yang ada di rumah korban.
"Setelah didekati, Sukijo sudah tidak bernyawa. Sukijo ditemukan dalam kondisi tergantung dengan seutas tali di pohon Asem. Warga kemudian melaporkan ke Polsek Paliyan," ucap Catur, Senin (16/1).
Petugas yang mendapatkan laporan, sambung Catur, langsung datang ke lokasi ditemani oleh petugas medis. Dari hasil pemeriksaan petugas medis, tak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh Sukijo.
"Korban diduga nekat mengakhiri hidup karena depresi pada masalah keluarga. Jenazah sudah kami serahkan ke pihak keluarga," jelas Catur.
Dihubungi terpisah, Kasubag Humas Gunungkidul, Iptu Ngadino, menambahkan untuk tahun 2017 yang baru berjalan dua minggu, sudah ada laporan dua kasus bunuh diri. Sebelumnya terjadi Dusun Tegalsari, Jatiayu, Karangmojo, Gunungkidul, Ari Wibowo (28) warga setempat nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di kamar tidur milik saudaranya, Rabu (11/1) lalu.
"Ada dua kasus bunuh diri selama tahun 2017. Pihak kepolisian sudah melakukan berbagai upaya pencegahan bunuh diri mulai dari babinkamtibmas yang terus melakukan sosialisasi, selain itu menggandeng tokoh masyarakat dan agama. Depresi itu menjadi faktor utama pemicu bunuh diri, untuk itu kami meminta peran aktif masyarakat untuk membantu pencegahan kasus bunuh diri," pungkas Ngadino.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya