Dalam Dawuh Raja, Sultan hanya ganti nama gelar GKR Pembayun
Merdeka.com - Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali membacakan Sabda Raja dan Dawuh Raja menyusul munculnya polemik yang terjadi di keraton. Pembacaan ulang isi Sabda Raja dan Dawuh Raja tersebut digelar di Dalem Wironegaran, Jumat (8/5) sore.
Dalam penjelasannya Sultan menegaskan bahwa tidak ada pengangkatan GKR Pembayun sebagai Putri Mahkota seperti yang diberitakan. Menurutnya, dia hanya mendapatkan perintah untuk mengganti nama GKR Pembayun bukan mengangkatnya menjadi Putri Mahkota.
"Saya hanya didawuhi untuk menetapkan nama, selanjutnya itu bukan lagi wewenang saya," katanya.
Dia pun menegaskan jika dia melakukan lebih dari apa yang diperintahkan, itu artinya dia menyalahi perintah dan memiliki kepentingan pribadi.
"Kalau melebihi dari apa yang diperintahkan maka itu jadi kepentingan saya, jadi saya tidak mau melebihi," tandasnya.
Berikut ini isi lengkap Dawuh Raja yang dikeluarkan Sultan 5 Mei 2015 lalu:
Siro adi ingsun, sekseono ingsun Sampean Dalem Ingkang Sinuhun Sri Sultan Hamengku Bawono Ingkang Jumeneng Kasepuluh Surya ning Mataram, Senopati ing Kalogo, Langenging Bawono Langgeng, Langgeng ing Toto Panotogomo Kadawuhan netepake Putri Ingsun Gusti Kanjeng Ratu Pembayun tak tetepake Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng ing Mataram. Mangertenono yo mengkono dawuh ingsun.
Artinya :
Saudara semua, saksikanlah saya Sampean Dalem Ingkang Sinuhun Sri Sultan Hamengku Bawono Ingkang Jumeneng Kasepuluh Surya ning Mataram, Senopati ing Kalogo, Langenging Bawono Langgeng, Langgeng ing Toto Panotogomo mendapat perintah untuk menetapkan Putri saya Gusti Kanjeng Ratu Pembayun menjadi Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng ing Mataram. Mengertilah, begitulah perintah saya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya