Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dahnil Anzar curiga polisi hendak intervensi Muktamar Pemuda Muhammadiyah

Dahnil Anzar curiga polisi hendak intervensi Muktamar Pemuda Muhammadiyah Milad Pemuda Muhammadiyah. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Muktamar Pemuda Muhammadiyah akan digelar di Yogyakarta pada 25-28 November 2018. Salah satu agenda penting dalam muktamar adalah memilih Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Periode 2018-2022 untuk menggantikan Dahnil Anzar Simanjuntak yang akan habis masa jabatannya.

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak curiga polisi mencoba intervensi pelaksanaan muktamar. Sebagai kader Muhammadiyah, dia mengaku mendapatkan laporan adanya anggota Polri yang menyambangi teman-teman Muhammadiyah di daerah-daerah.

"Ini yang ingin saya sampaikan, saya beberapa hari ini mendapat laporan dari teman teman pimpinan daerah PP Muhammadiyah di daerah-daerah, kemudian pimpinan wilayah PP Muhammadiyah di wilayah provinsi itu bahwasannya mereka didatangi oleh polisi," kata Dahnil usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Selasa (16/10) malam.

Juru Bicara pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga ini menuturkan, anggota Polri menanyakan hal yang dianggap aneh. Soal jadwal pelaksanaan muktamar, calon ketua umum Pemuda Muhammadiyah.

"Anehnya kok ada pertanyaan polisi hadir ke pimpinan-pimpinan daerah kami dan ke pimpinan wilayah kami, nanya tentang muktamar. Apa urusan polisi nanyain muktamar muhammadiyah," bebernya.

"Bahkan polisi mendorong, idealnya nanti yang dipilih jadi ketua adalah calon A," sambungnya.

Menurut Dahnil, yang dilakukan Polri seperti di era orba. Dia mengingatkan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang berdiri sebelum republik ini hadir. Sehingga, jangan sekali-kali mengintervensi secara politik. Apalagi ini dilakukan pihak kepolisian.

"Saya akan berkirim surat ke pak kapolri, apakah betul tindakan beberapa aparat kepolisian tersebut adalah perintah pak kapolri? Kami secara institusional akan mengirim surat kepada pak kapolri apakah betul ada perintah itu. jangan sampai kemudian ada upaya politisasi," tegas Dahnil.

Diberitakan Antara, Ketua Panitia Muktamar XVII PM Tahun 2018 Virgo Sulianto Gohardi mengatakan dalam sepekan terakhir unsur Pemuda Muhammadiyah di tingkat wilayah, daerah bahkan cabang mendapatkan telepon dan atau kedatangan kunjungan dari pihak Kepolisian yang menanyakan perihal Muktamar PM.

Sejumlah pertanyaan, kata dia, banyak dilontarkan mulai dari jumlah peserta, kapan berangkat ke Yogyakarta sampai calon yang didorong didukung. Kegembiraan pesta demokrasi PM yang sehat nampaknya terganggu dengan intervensi itu. Meski terjadi rivalitas politik PM tapi selama ini muktamar berada dalam keceriaan tapi saat ini berubah.

Virgo mengatakan kondisi tersebut meresahkan. Menurut dia, kepolisian sangat aktif menghubungi seluruh jaringan organisasi Pemuda Muhammadiyah.

"Dalam sejarah Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah upaya intervensi seperti ini pernah terjadi di jaman Orde Baru, tapi jamaah Muhammadiyah selalu konsisten menolak model-model intervensi yang merusak seperti itu," kata dia.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP