Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Daging celeng dan kucing paling banyak diburu di Pasar Tomohon

Daging celeng dan kucing paling banyak diburu di Pasar Tomohon Pasar Tomohon. ©2017 merdeka.com/tommy a lasut

Merdeka.com - Pasar Beriman Tomohon, Sulawesi Utara, menjadi surga bagi penggemar menu makanan ekstrem. Berbagai daging hewan liar dijual di sini. Satu blok tersendiri yang dikhususkan bagi pedagang daging selalu dipadati pengunjung dari pagi hingga sore hari.

Aneka hewan liar dalam keadaan mati tergeletak di atas lapak para pedagang. Mulai dari anjing, kucing, biawak, kelelawar, tikus tanah, babi hutan dan ular dapat ditemui di sana selain daging babi dan ayam hasil peternakan. Jika beruntung, pada waktu-waktu tertentu, koleksi dagangan hewan liar lainnya pun akan terlihat. Tergantung kapan berbagai daging ekstrem ini didatangkan pemasok dari luar kota.

Kebanyakan pengunjung membeli daging babi hutan, babi ternakan, ayam serta anjing. Namun tak sedikit pula yang menyasar lapak daging ular, kelelawar dan tikus hutan. Pasar ini bahkan pernah menjual jenis hewan lindung seperti Yaki atau Macaca Nigra dan babi rusa. Namun setelah adanya larangan dari pemerintah penjualan dua hewan itu disetop.

pasar tomohon

Untuk harga masing-masing jenis daging hewan liar dijual berbeda. Daging anjing dijual Rp 30 ribu per kilogram, tikus tanah bervariasi antara Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu tergantung ukuran. Kelelawar atau paniki dihargai Rp 35 ribu hingga Rp 20 ribu juga tergantung ukuran, ular antara Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu, sementara kucing dijual Rp 75 ribu hingga 100 ribu per ekor.

"Daging kucing juga tergantung ukuran harganya. Kalau daging kucing umumnya dipercaya dapat menyembuhkan penyakit asma dan tergolong banyak peminatnya juga," Jelas Melky Pongoh, pedagang daging yang ditemui di Pasar Tomohon, Sabtu (8/4).

Semua jenis daging hewan liar rata-rata menjalani proses pembakaran untuk menyingkirkan bulu di tubuh. Ular akan dibakar bagian kulitnya juga setelah dipesan pembeli. Bedanya, untuk hewan bertubuh kecil seperti tikus tanah dan kelelawar akan ditusuk menggunakan bambu sebelum dibakar.

Daging hewan liar ini kebanyakan didatangkan dari luar Sulawesi Utara lantaran stok yang menipis seperti dari Gorontalo, Toli-Toli, Poso, Kendari dan Mamuju. Rata-rata hewan liar ini diperoleh dengan cara barter atau ditukar dengan barang lain selain ular yang diburu hingga dalam hutan.

"Kebanyakan ular dilumpuhkan pada saat sedang kekenyangan. Dalam kondisi ini mereka tak berdaya karena kelelahan saat menelan mangsanya. Kalau sedang kelaparan bisa-bisa pemburu yang jadi mangsa," ujar Lexi Palit, pedagang daging ular. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP