Daftar Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta
Merdeka.com - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 nasional terus meningkat dalam tiga pekan terakhir. DKI Jakarta merupakan provinsi yang menyumbang kasus positif Covid-19 tertinggi. Sebab, Ibu Kota menjadi salah satu pintu masuk pelaku perjalanan luar negeri.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah sudah menyiapkan fasilitas isolasi di wilayah Jakarta. Mulai dari rumah sakit sampai hotel.
"Berdasarkan data per tanggal 16 Januari 2022, diketahui bahwa fasilitas isolasi terpusat ditempatkan di rumah sakit rujukan Covid-19 tertentu dan beberapa hotel rujukan yang hanya difungsikan untuk upaya isolasi sebagai fasilitas tambahan," katanya dalam konferensi pers, Kamis (20/1).
Rumah sakit yang ditunjuk sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 yakni Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran dengan total tempat tidur 5.939. Kemudian Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Rumah Sakit Ciputra Garden, Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, dan Rumah Sakit Siloam Mampang dengan total kapasitas tempat tidur sebanyak 286.
"Rumah sakit ini untuk (isolasi) pelaku perjalanan luar negeri," ujarnya.
Sementara hotel yang digunakan sebagai tempat tempat isolasi pasien Covid-19 ialah Hotel C-One Pulomas, Hotel Matsuri, Hotel Grand Cempaka, Hotel Alia Cikini, Hotel D'Arsisi Alhijrah, D'Arcici Hotel Plumpang dengan total kapasitas tempat tidur sebanyak 565.
Data 20 Januari 2022, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 nasional bertambah 2.116 dari hasil pemeriksaan terhadap 326.114 spesimen 183.531 orang. Total kasus positif Covid-19 di Tanah Air menjadi 4.277.644.
Kenaikan 2.116 kasus Covid-19 ini merupakan tertinggi sejak 26 September 2021 yang mencapai 2.976 kasus harian.
Kementerian Kesehatan memprediksi gelombang ketiga pandemi Covid-19 di Indonesia akan terjadi pada pekan kedua dan ketiga Februari 2022. Kemungkinan kenaikan kasus Covid-19 harian pada puncak gelombang ketiga mencapai 40.000 sampai 55.000.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah sudah menyiapkan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron. Saat ini, sudah ada 80.000 tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19.
Namun, 3.000 tempat tidur di antaranya sudah diisi pasien Covid-19. Rencananya, pemerintah akan menambah tempat tidur di rumah sakit menjadi 150.000.
"Kita masih bisa meningkatkan jumlah tempat tidur rumah sakitnya ke angka 150.000," kata Budi, Selasa (11/1) malam.
Budi menyebut, pemerintah juga sudah menyiapkan obat Covid-19 Molnupiravir produksi Merck sebanyak 400.000 tablet dan protokol kesehatan baru untuk perawatan pasien di rumah sakit. Sejalan dengan itu, pemerintah sudah mendistribusikan lebih dari 16.000 oksigen generator ke seluruh fasilitas kesehatan dan memasang lebih dari 36 oksigen konsentrator di rumah sakit.
Menurut Budi, kemungkinan kasus Omicron akan meningkat cepat dan banyak. Berdasarkan penelitian, sebanyak 30 sampai 40 persen pasien Covid-19 masuk rumah sakit.
Dilihat dari karakteristiknya, Omicron memiliki tingkat penularan sangat cepat. Namun, gejala yang ditimbulkan relatif lebih ringan.
"Tapi kita harus tetap waspada dan hati-hati. Kita harus siaga dan tidak perlu panik karena kasus yang masuk rumah sakit jauh lebih rendah dibandingkan dengan sebelumnya," ucapnya.
Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengatakan sebetulnya cara menghadapi Omicron sama seperti varian lainnya. Pertama, menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, terutama menggunakan masker.
Kedua, memperketat surveilans. Jika warga merasakan kondisi tubuhnya tidak sehat, harus segera melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Ketiga, segera mengikuti vaksinasi Covid-19.
"Terutama orang tua kita, para lansia yang belum divaksin, harus segera divaksin. Mereka adalah orang-orang yang harus kita lindungi karena merupakan faktor yang paling lemah untuk masuk ke rumah sakit," katanya mengakhiri.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya