Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Curi mobil dilengkapi GPS, residivis tewas didor polisi

Curi mobil dilengkapi GPS, residivis tewas didor polisi Ilustrasi Pembunuhan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Para begal komplotan pencurian kendaraan bermotor yang berhasil dilumpuhkan Polresta Malang. Mereka tidak mengetahui kalau salah satu mobil yang dicuri dilengkapi dengan GPS (Global Positioning System).

Lewat mesin GPS, polisi dengan mudah mengetahui keberadaan mobil colt bak L-300 milik warga Warga Klojen, Kota Malang.

"Memang jarang kendaraan jenis colt bak dilengkapi dengan mesin GPS. Tetapi pemilik mobil melengkapinya, sehingga polisi dengan mudah bisa mendeteksi," kata seorang anggota tim Buser Polres Malang di kamar mayat Rumah Sakit, Saiful Anwar, Jumat (27/2).

Mobil tersebut ternyata diparkir di sebuah gang sempit yang lokasinya tidak jauh dari Taman Wisata Wendit, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Petugas yang dibantu oleh pemilik mobil mengawasi memastikan kalau kendaraan sesuai dengan yang dimaksud. Selanjutnya polisi menyiapkan penyergapan.

Saat menjelang Maghrib, pelaku atas nama Luddin (47) dan Ahmad Sulaiman (32) bermaksud mengambil kendaraan tersebut, sehingga polisi memastikan untuk bertindak. Kendaraan tersebut dipacu ke arah Blimbing dengan mengubah nomor polisinya menjadi N 9707 RC. Dan dilaporkan hilang pukul 05.00 WIB oleh pemiliknya warga Klojen, Malang.

"Pelaku melarikan diri saat polisi berusaha menghentikan kendaraan, karena itu sesuai dengan prosedur yang sah, pelaku kita lumpuhkan. L tewas di tempat kejadian sementara AS mengalami luka tembak di kaki," kata Kapolresta Malang, AKBP Singgamata di Kamar Mayat RSSA, Jumat (27/2) malam.

Lewat AS, polisi melakukan penyergapan terhadap teman-teman mereka di sekitar Jalan Cakalan, Blimbing. Dalam upaya penyergapan Satori ditembak karena melakukan perlawanan dan menyerang petugas dengan kunci T panjang. Sementara Syamsul Arif (31) menyerahkan diri.

Dari keempat pelaku ketiganya pernah berurusan dengan polisi. Luddin dan Satori sebagai residivis yang sudah beberapa kali melakukan aksinya, sementara Syamsul Arif pernah berurusan dengan polisi karena menjadi penadah. Mereka berasal dari Patemon, Pamekasan, Madura. Sementara AS adalah warga Lowokwaru yang berperan sebagai mata-mata.

Di rumah kontrakan tersebut ditemukan berbagai onderdil diduga sisa-sisa aksi mereka. Orderdil tersebut keseluruhan dari mobil yang selama ini dilaporkan hilang.

Selain itu juga ditemukan mobil Suzuki Carry yang nomornya sudah diubah menjadi M 1085 VA. Mobil tersebut juga dilaporkan hilang oleh warga Blimbing pada Jumat (27/2) pukul 08.00 WIB.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP