Curi HP, Polisi Gadungan 'Culik' 2 Anak SMP di Depok
Merdeka.com - Penyidik Polrestro Depok menerima laporan perihal adanya pencurian dengan modus berpura-pura menjadi polisi. Pelaku adalah I (25). Sedangkan korban adalah A (13) dan N (13) yang merupakan siswa sekolah menengah pertama (SMP). Dari kedua korban, pelaku mengambil ponsel.
Untuk meyakinkan kedua korban, maka I mengaku sebagai anggota polisi. Peristiwa itu pun kemudian dilaporkan ke penyidik oleh orangtua korban.
"Ya kemarin ada korban yang melaporkan ke Polres Depok di mana pada pagi atau siang hari ada beberapa anak beraktivitas di jalan atau di sekolah, tiba-tiba ada orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian ya, dengan membawa anak itu," kata Kapolrestro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah, Jumat (15/5).
Dari keterangan yang didapat, kedua korban sempat dibawa oleh pelaku sampai ke Kebayoran Jakarta Selatan. Terungkapnya kasus ini ketika pelaku dan korban melintas di check point PSBB Kebayoran, lalu petugas memeriksa mereka.
"Di situ petugas kepolisian curiga, mau kemana ternyata identitas sepeda motor juga tidak sesuai dengan apa yang disampaikan pengendara. Kemudian ditemukan beberapa handphone," paparnya.
Atas kecurigaan tersebut maka petugas dari Kebayoran menginformasikan temuan tersebut. Pelaku dan korban dibawa ke Polrestro Depok.
"Kemudian petugas kepolisian yang ada di Kebayoran menyampaikan kepada kita. Dan orang itu diamankan bersama para korban," ungkapnya.
Kepada penyidik di Polrestro Depok, pelaku mengaku sebagai anggota Polri. Namun setelah diperiksa pengakuan tersebut tidak benar. Pelaku justru mengambil sejumlah barang berharga milik korban.
"Sampai di sini ternyata diketahui orang yang mengaku anggota polisi itu gadungan tidak betul. Mengambil beberapa properti dari korban yang masih anak-anak dengan dalih bujuk rayu dan sebagainya," tambahnya.
Sampai saat ini pelaku masih diperiksa penyidik untuk didalami motifnya dan kronologi kejadian. Rencana siang ini kasus tersebut akan dilakukan gelar perkara.
"Saat ini masih dalam proses, kita perdalam motifnya, jalan ceritanya seperti apa. Kita dalami dulu nanti akan kita lakukan gelar perkara awal untuk tindak lanjut perkara ini ke arahkan ke mana," katanya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya