Curhatan ibu anaknya diperkosa ayah tiri & dikeluarkan dari sekolah
Merdeka.com - Hati U (33) begitu sedih ketika sadar putrinya dikeluarkan dari sekolah. Kasus ini bermula saat RM menjadi korban pemerkosaan ayah angkat hingga akhirnya melahirkan seorang anak. U mengungkapkan bahwa suaminya yang jahat terhadap putrinya.
Dengan perlahan U kembali menceritakan saat dia dipanggil pihak sekolah untuk menandatangani sepucuk surat penarikan siswa dari sekolah. Karena tidak mengetahui soal administrasi formal, U hanya bisa pasrah dengan ucapan pihak sekolah.
"Saya menangis begitu tahu putri saya dikeluarkan. Sedih sekali karena dia kan cuma korban. Yang jahat itu suami saya. Kalau sekolah terus cita-citanya bisa tercapai," ujar U dengan mata berkaca-kaca kepada merdeka.com di Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (12/1).
Dia tidak menyangka pernikahan keduanya dengan seorang pria asal Pariaman malah mendatangkan kesedihan. Setelah sebelumnya ayah kandung RM yang merupakan suami pertamanya meninggal akibat tersambar petir saat RM berusia 1,5 tahun.
Tidak banyak yang bisa dilakukan U. Dia tidak sanggup membayangkan ketika putrinya harus bersekolah sangat jauh dari tempat tinggalnya.
"Maunya dekat-dekat, bukan SMPN 27. Itu sejauh 12 kilo, dekat PT Miti, Tambang batu. Kalau pun SMPN 3 gak bisa, yang dekat pun tidak apa-apa. SMPN 27 terlalu jauh. Ojek saya tanya, tidak sanggup karena jauh," ungkapnya bercerita penuh harap.
Hasil penelusuran merdeka.com kasus ini juga sudah ditengahi oleh Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau.
"Ooh, RM ya. Kita sudah sering memberi pemahaman kepada dinas ataupun sekolah bahwa anak itu korban. Sepertinya mereka tidak bisa paham, malahan bilang tidak bisa menerima anak yang bermasalah," ujar sekretaris KPPAD Provinsi Kepri Andi Amri dengan nada marah.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya