Curhat Novel pada imam masjid sebelum disiram air keras
Merdeka.com - Sebelum disiram air keras oleh orang tak dikenal, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sempat curhat pada Abdur yang tak lain Imam Masjid Al Ihsan yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Kepada Abdur, Novel menceritakan bahwa dua minggu terakhir dia merasa ada yang membuntutinya.
"Pak Novel pernah curhat 'saya merasa ada yang membuntuti pak, tapi saya tidak bilang ke siapapun, takut dikira paranoid'", ujar Abdur Imam Masjid Al Ihsan menirukan dialog Novel, saat berbincang dengan wartawan, Selasa (11/4).
Abdur mencoba menenangkan Novel. Dia meminta Novel banyak berdoa dan menyerahkan semua kepada Tuhan. "Bapak zikir aja, baca salawat yang banyak biar pikiran tenang dan rasa paranoid itu hilang," ucapnya.
Abdur mengamini curhat Novel. Dia tidak menampik sering melihat orang asing berkeliaran di Komplek Bank Bumi Daya, Kelapa Gading, Jakarta Utara yang merupakan kediaman Novel Baswedan.
"Kita di sini sudah kenyang lihat orang asing berkeliaran, kita enggak kenal itu siapa. Tapi saya tidak memikirkan hal yang aneh sebelum kejadian penyiraman air keras ini kepada Pak Novel," tutupnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya