Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Curhat nelayan di perbatasan Malaysia, aksi perompak bikin mereka takut melaut

Curhat nelayan di perbatasan Malaysia, aksi perompak bikin mereka takut melaut Bupati Natuna Hamid Rizal dan nelayan. ©2017 Merdeka.com/Ira Astiana

Merdeka.com - Nelayan di perbatasan Malaysia tepatnya di Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara dibikin menjerit. Sebabnya, keberadaan perompak membuat mereka takut melaut.

Hasbi (36), nelayan asal Sebatik, mengaku sudah kesekian kalinya menjadi korban perompakan saat mencari ikan di perairan wilayah Kabupaten Bulungan.

"Kejadian ini yang ketiga kalinya, saya dirompak," kata Hasbi, dalam perbincangan bersama merdeka.com, Rabu (6/12).

Seingatnya sudah tiga kali dirinya ganggu perompak. Peralatan melaut di perahunya dirampas pria bersenjata dan bertopeng. Kejadian itu nyaris membuatnya putus asa kembali melaut. Padahal, untuk menghidupi keluarganya dia cuma bisa melaut.

"Kerugian saya Rp 12 juta, mesin 15 PK diambil lagi. Tidak ada keringanan atau bantuan dari pemerintah. Ini saja majikan juga susah mau beli lagi karena kredit di bank tidak bisa dikasih kalau (kreditan) mesin cas sebelumnya belum lunas," ungkap Hasbi.

"Bukan saya saja yang sering kena musibah, juga ada nelayan lain. Misalnya paman saya. Baru 6 bulan melaut, sekarang juga mesinnya diambil (perompak). Belum bayar lunas, diambil (perompak) lagi," sambungnya.

Hasbi berharap kepolisian segera menindak perompak karena sudah sangat meresahkan.

"Selain itu juga, saya hanya ingin kebijakan pemerintah bagian kelautan dan perikanan. Jangan hanya surat-surat kami harus melengkapi tapi kalau nelayan kena musibah, tidak ada bantuan atau keringanan. Nelayan orang susah," ucapnya lirih.

Peristiwa perompakan itu terbaru terjadi Senin (4/12) malam. Dua orang tak dikenal bertopeng dan bersenpi, menghampiri Hasbi dan dua rekannya yang sedang mencari ikan. Mesin perahu, dirampas perompak sambil menodongkan senpi.

Peristiwa itu juga dibenarkan Kepala Pengawas Pelabuhan Perikanan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kecamatan Sebatik Wira Hadi Susanto. Para nelayan korban perompakan, melapor ke Polsek Sebatik.

Namun sayang, upaya merdeka.com mengonfirmasi Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi terkait peristiwa itu, belum berhasil. Sambungan telepon belum mendapatkan respons.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP