Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Curhat di depan ulama, Jokowi akui ada buruh asal China di Indonesia

Curhat di depan ulama, Jokowi akui ada buruh asal China di Indonesia Presiden Jokowi. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo curhat di hadapan para ulama sering mendapat fitnah terkait tenaga kerja asing (TKA) asal China di Indonesia. Ini sekaligus menepis kabar soal adanya 10 juta TKA dari negara tersebut.

Menurut Jokowi, sejauh ini cuma 23 ribu TKA dari China masuk ke Indonesia. Mereka tidak bekerja terus menerus di Indonesia. Hanya bekerja 4-6 bulan untuk memasang turbin dan smelter. Hal itu dia sampaikan ketika membuka acara pendidikan kader ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung Tegar Beriman, Pemerintah daerah kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8).

"Yang ada adalah kira-kira 23 ribu iya, saya blak-blakan 23 ribu iya. TKA mereka kerja di sini. Tapi juga tidak kerja terus-terus. Mereka pasang turbin, smelter yang Kita memang belum siap melakukan itu. Sehingga mereka harus di sini 4-6 bulan untuk pasang," kata Jokowi.

Dia pun membandingkan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Tiongkok. Sebanyak 80 ribu tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sana. Sedangkan 1,2 juta pekerja Indonesia bekerja di Malaysia.

Hal tersebut disampaikan saat bertemu Perdana Menteri Mahathir Muhammad pada 28 Juni 2018 lalu, Jokowi mendengar laporan bahwa tenaga kerja Indonesia di Malaysia lebih banyak. Karena itu dia meminta kepada Mahathir agar ada perlindungan, legalisasi. Sehingga kata dia jelas berapa tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

"Biar jelas. Malaysia enggak ribut.Coba dilihat TKA di indonesia dibandingkan penduduk hanya 0,03 persen. 1 persen saja enggak ada. Ini sekarang harus angka-angka kita sampaikan," papar Jokowi.

"Bandingkan coba TKA di UEA 80 persen asing semuanya, mereka senang-senang saja, enggak ada masalah. Di arab Saudi 33 persen tenaga kerja asing. Kita 1 persen aja ga ada," lanjut Jokowi.

Karena itu dia meminta kepada publik agar tidak menyampaikan fitnah terkait isu TKA. Jika isu tersebut dibesarkan sehingga akan berdampak pada Indonesia.

"Saya baru buka-bukaan juga baru pagi ini. Mumpung bertemu. Jadi jangan sampai fitnah-fitnah seperti itu terus berkembang. Saya kira tidak baik untuk negara ini," pinta Jokowi.

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP