Cuma di Indonesia, bandara-bandara ini bahaya karena kemalingan
Merdeka.com - Bandara merupakan salah satu tempat yang penjagaannya bisa dibilang ketat. Sebab, ketika akan masuk ke dalam bandara seluruh penumpang harus diperiksa terlebih dahulu. Hal itu untuk menghindari suatu yang tak diinginkan dan membahayakan para penumpang.
Meski demikian, tidak berarti kondisi di bandara aman. Buktinya, penjagaan yang ketat pun bisa diterobos oleh pencuri yang sengaja mengincar bandara sebagai target aksinya. Seperti yang terjadi di beberapa bandara di tanah air, sarana yang ada di dalam airport lolos digondol maling.
Itu mereka lakukan karena tergiur dengan harga alat tersebut yang sangat tinggi. Berikut bandara-bandara di Indonesia yang sarananya pernah digondol maling dan bisa membahayakan penerbangan:
Kabel dan genset Bandara Kolaka dicuri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKabel dan genset milik Bandara Sangia Nibandera Kolaka dicuri oleh orang yang tidak dikenal. Hal itu menyebabkan lampu landasan pacu bandara udara itu tidak berfungsi.Kepala unit penyelenggara bandara Kolaka Rodi, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu dan sudah melaporkan kepada pihak berwajib."Kasus pencurian genset itu terjadi dua hari sebelum Idul Fitri," katanya, seperti dilansir Antara Jumat (24/7).Menurutnya kasus pencurian ini bukan kali pertama dirasakan oleh pihak bandara namun kejadian serupa pernah terjadi pada tahun lalu."Anehnya kejadian juga bertepatan dengan bulan yang sama pada tahun lalu," ungkapnya.Rodi juga menjelaskan pihaknya sudah melakukan investigasi bersama pihak kepolisian setempat terkait kasus pencurian ini."Kami meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut dan menangkap pelaku pencurian sarana bandara karena alat ini sangat vital," jelasnya.Beruntung kata dia, bandara Sangia Nibandera belum pernah melayani rute penerbangan malam sehingga tidak berpengaruh pada pelayanan penerbangan. Namun meskipun demikian, lanjut Rodi, pihak bandara dirugikan dengan kasus pencurian itu.
Kabel navigasi Bandara Internasional Lombok raib digondol maling
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKabel doppler very high frequency omnidirectional range (DVOR) Bandara Internasional Lombok raib digondol maling. Kabel yang dicuri itu sebagai alat bantu navigasi penerbangan dan memiliki panjang 100 meter."Kabel tersebut adalah bagian dari alat pemandu pendaratan pesawat. Langsung diatasi dengan menggunakan kabel cadangan," kata Manajer Operasional dan Teknik PT AP I Bandara Internasional Lombok, Adhi Utomo, Selasa, 15 Juli 2014.Hal itu diketahui petugas ketika sedang mengecek pendaratan terakhir. Ukuran kabel DVOR tersebut, kata Adhi, sebesar lengan orang dewasa. Kabel ini ditanam sedalam setengah meter.Harga dari kabel itu sekitar Rp 50 juta, tapi tidak sebanding dengan bahaya yang bisa terjadi bila navigasi mati. Diduga si pencuri mengincar tembaga yang ada di dalam kabel tersebut."Yang mendasar adalah keselamatan penerbangan. Bahaya kalau mati navigasinya," ujar Adhi.Empat bulan lalu, di bandara yang sama, terjadi percobaan pencurian di sekitar jalan inspeksi ujung landas pacu 13. Namun pencurian itu gagal karena terjadi ledakan. Adapun pada Juni lalu 15 lampu di sekitar landasan pacu 13 dirusak.
Kabel instalasi Bandara Mopah-Merauke dicuri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelain dua bandara tadi, pencurian kabel juga pernah terjadi di airport Mopah-Merauke. Kabel instalasi yang dicuri itu memiliki panjang 20 meter.Kasubag Humas Polres Merauke, Inspektur Satu (Pol) Richard Nainggolan membenarkan adanya kasus pencurian di dalam area bandara."Sudah ada laporan dari Aris Kurniawan yang adalah staf di Bandara Mopah," katanya, Jumat (28/11).Peristiwa itu diketahui petugas bernama Dwi Mega Syahputra sekitar pukul 14.00 WIT. Saat itu dia bersama rekannya hendak melanjutkan pekerjaan pemasangan instalasi lampu run way di landasan pacu.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya