Cukup 20 menit, benang di wajah akan tertanam di kulit
Merdeka.com - dr. Erliswita Reza (31) memaparkan proses perawatan kecantikan dengan metode thread lift (tanam benang). Perawatan kecantikan ini bertujuan untuk mengencangkan kulit.
"Perawatan ini dengan menanamkan benang di dalam kulit agar lebih kencang," ujar Erliswita saat berbincang santai dengan merdeka.com di CBC Beauty Clinic, Jalan Wijaya, Jakarta, Sabtu (21/6).
Sebelum dilakukan tanam benang, biasanya pasien disarankan berkonsultasi dengan dokter kecantikan setempat. Konsultasi dilakukan guna mengetahui jenis kulit si pasien apakah bisa dilakukan tanam benang. Pasien juga diminta menyebut bagian tubuh mana yang hendak ditanam benang.
"Biasanya permintaan pasien di wajah untuk dikencangkan, dahi, atas pipi sini bagian ujung mata, leher, bahkan ada yang di payudara. Tapi kebanyakan sih di wajah, di mana aja semuanya bisa," jelas wanita berkacamata ini.
Setelah kedua belah pihak sepakat, dokter dan pasien kemudian menentukan hari dilakukan tanam benang. Pada hari 'dieksekusi', wajah pasien terlebih dulu dibersihkan.
"Habis konsultasi nih, oke kulitnya bisa (diperawatan ini) terus pas akan ditanamkan benang, mukanya dibersihin dulu, wajahnya, standar ya, terus habis itu di bagian yang akan ditanam itu diolesi salep anastesi agar tidak sakit. Kemudian kita tanam benangnya," tuturnya.
Kemudian, dokter menyiapkan benang yang berada di jarum suntik. Benang untuk dipakai thread lift ini ada beberapa macam, salah satunya benang biasa dengan bentuk lurus dan benang yang bergerigi.
"Benang yang dipakai untuk thread lift ini ada yang teksturnya itu lurus-benang biasa, ada juga yang bergerigi, ada yang bentuknya kayak duri mawar, yang dipakai di CBC ini benang biasa dan yang bergerigi yang duri mawar yang mahal, lebih bagus, lebih narik soalnya dia," ujar wanita berambut panjang ini.
Proses penanaman benang di kulit pasien ini memakan waktu sekitar 15-20 menit. Namun itu tergantung dari banyaknya permintaan pasien yang ingin dikencangkan.
"Semakin banyak bagian wajah yang ingin dikencangkan, maka prosesnya akan semakin lama," ujarnya.
Usai ditanam benang, kulit pasien akan merasa kencang dan ketarik. Pasien diharapkan tidak memakai krim malam, atau sejenisnya lebih dulu. Pasien juga tidak boleh terkena paparan sinar matahari langsung.
"Setelah penanaman benang itu kemudian didiamkan selama 3 minggu, tidak ada pantangan makanan, minum makan panas bisa, dingin bisa, tapi jangan makan yang keras-keras banget karena wajah kan terdorong untuk mengunyah yang keras, jadi itu sedikit pengaruh, tapi sedikit saja," tuturnya.
Hal itu dikarenakan, proses bekerjanya benang yang ditanam ini menyatu dengan kulit. Proses penyatuan dengan kulit itu memakan waktu hampir 3 minggu.
"Jangan kena paparan matahari langsung itu baru banyak pengaruhnya karena benang belum menyatu sepenuhnya dengan kulit," ujarnya.
Erliswita mengatakan perawatan ini tidak banyak menimbulkan efek samping. Hanya saja, pengerjaanya suka menyentuh pembuluh darah si pasien ketika jarum dimasukkan ke muka.
"Enggak ada efek samping. Paling cuma kalau pas dimasukin terus kena pembuluh darah, itu biru-biru. itu tinggal dikasih salep sedikit hilang," ujarnya.
Perawatan ini juga tidak mengenal kedaluwarsa. Sebab, benang itu akan menyatu dengan kulit. Namun, sekitar 1-2 tahun akan ada perubahan, hal itu bukan karena benang, namun karena faktor usia seseorang yang bertambah, pastinya kulitnya juga melakukan regenerasi. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya