Cuaca ekstrem, nelayan di Aceh diminta waspada
Merdeka.com - Hujan lebat dan gelombang tinggi berpotensi melanda Aceh dalam sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh mengingatkan warga dan nelayan tetap meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Seksi Data dan Informasi (Datin) BMKG Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Zakaria menjelaskan, masih terdapat pusaran tekanan rendah di Samudra Hindia.
Menurutnya, dengan adanya Tropical Storm 'Lion Rock' di Samudra Fasifik, dekat Jepang dan adanya Low Pressure di laut Cina Selatan membuat aliran massa udara dari Samudra Hindia menuju Samudra fasifik.
"Tentunya kondisi ini melintasi sebagian wilayah Aceh, sehingga terjadi peningkatan kecepatan angin di wilayah kita," kata Zakaria, di Banda Aceh, Kamis (25/8).
Angin kencang dan hujan lebat ini terjadi pagi menjelang siang, hingga malam dengan arah barat daya hingga barat laut. Kecepatan angin maksimum 20 hingga 60 km per jam. Sedangkan wilayah yang berdampak adalah pulau Simeulue, Sabang, pulau Aceh serta Banda Aceh dan Aceh Besar.
Zakaria menuturkan, akibat kecepatan angin yang tinggi maka berpengaruh tingginya gelombang. Rata-rata tinggi gelombang 1 sampai 3 meter. Kondisi ini berpotensi terjadi di pesisir barat selatan Aceh mulai dari pesisir Sabang hingga pesisir Aceh Singkil, Selat Malaka bagian tengah dan utara.
Sedangkan ketinggian gelombang di Sumatera Hindia mencapai 2 sampai 5 meter, seperti di selatan pulau Simeulue, selatan Sabang sampai pulau Andaman. Di pesisir utara-timur Aceh yaitu dari Pesisir Sigli sampai dengan pesisir Aceh Tamiang tinggi gelombang mencapai 0,5 - 2,5 meter.
"Ini akibat dari adanya gangguan di Samudra Fasifik tersebut terjadi convergensi atau pengerucutan dan pembelokan angin di atas wilayah Aceh. ini dikarenakan adanya Low Pressure yang tumbuh di Samudra Hindia bagian barat daya Aceh, sehingga pengaruhnya terjadi hujan sedang hingga lebat untuk seluruh Aceh," jelasnya.
Oleh karena itu, Zakaria mengimbau kepada nelayan agar selalu waspada terhadap kondisi cuaca yang ekstrem. Alangkah lebih baik, para nelayan untuk sementara waktu berhenti berlayar sementara.
"Masyarakat pinggir sungai juga harus waspada terhadap banjir bandang. Masyarakat dataran tinggi juga waspada terhadap tanah longsor, terutama yang tinggal di lereng yang sudut kemiringan 45 derajat," pintanya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya