Cuaca buruk, wisata paralayang di Batu harus tolak pengunjung
Merdeka.com - Aneka tempat hiburan di Batu, Jawa Timur ikut mendapat angin segar akibat liburan Natal dan Tahun Baru 2015. Salah satunya adalah pengelola wisata paralayang di Gunung Banyak, Batu yang mengalami meningkatan kunjungan wisatawan secara drastis.
Namun sayang mereka terganggu dengan cuaca yang tiba-tiba mendung dan hujan, sehingga tak bisa secara maksimal memenuhi permintaan.
Dwi Ali Sukoco, seorang instruktur paralayang mengaku melayani lebih dari 10 kali terbang selama sehari. Tapi itu, katanya terjadi Kamis (25/12) lalu, karena sejak pagi tidak hujan.
"Sehari bisa sepuluh lebih. Namun cuaca di Batu cepat berubah," kata Dwi di Batu, Sabtu (27/12/2014).
Para wisatawan datang dari berbagai daerah untuk menjajal wisata yang tergolong ekstrem itu. Dwi bersama 12 pilot paralayang berlisensi lainnya, melayani setiap permintaan. Rata-rata pengunjung belum pernah mengenal paralayang sebelumnya, sehingga harus bertandem dengan pilot.
"Karena rata-rata mereka belum pernah naik paralayang sebelumnya, jadi pasti minta ditandem," katanya.
Wisatawan cukup mengeluarkan Rp 350 ribu sekali terbang, untuk menikmati sensasi mengelilingi sebagian Kota Batu dari udara.
Dwi menjadi salah satu pilot yang melayani terbang tandem. Dia sendiri mengaku sedang membina dan mempersiapkan atlet paralayang untuk lomba ketepatan mendarat dalam event Jogja Air Show Maret mendatang.
Kesehariannya menjadi seorang guru di sebuah SMK di Malang. Namun karena moment liburan, membuatnya banyak melayani peminat wisata dirgantara.
"Liburan ini tetap menjadi momen membahagiakan bagi para pilot paralayang. Bisa dibilang banjir permintaan untuk para penumpang yang bertandem," katanya.
(mdk/gib)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya