Cuaca buruk, kapal di Pelabuhan Gilimanuk terbawa arus
Merdeka.com - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah selat Bali sejak siang hari hingga sore hari, membuat pihak Syahbandar di pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang melakukan penutupan sementara.
Cuaca buruk ini mengakibatkan salah satu kapal yang sedang berlayar hanyut hingga akhirnya kandas 100 meter dari pelabuhan Gilimanuk, Jembrana Bali.
Sekitar pukul 15.30 WITA sejumlah nahkoda mengaku jarak pandang kapal terbatas dan meminta untuk tidak berangkat berlayar, terlebih gelombang juga sangat tinggi. Pihak Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) atau syahbandar baik di Ketapang maupun Gilimanuk, sepakat untuk menutup sementara penyeberangan mulai pukul 15.45 waktu setempat.
Setelah penyeberangan ditutup, kapal yang sedang berlayar diminta merapat ke pelabuhan terdekat atau mencari tempat mengapung yang aman. Beruntung pengguna jasa penyeberangan saat penutupan dilakukan jumlahnya sedikit sehingga tidak terjadi antrean.
Saat penyeberangan ditutup, Kapal Motor Penumpang KMP Pelangi Nusantara yang baru berlayar dari dermaga Movile Bridge I pelabuhan Gilimanuk, hanyut ke arah utara.
KMP yang memuat puluhan penumpang dan beberapa kendaraan itu hanyut karena terbawa arus dan dorongan angin kencang lalu kandas di perairan dangkal dekat Pura Perapat Agung sekitar pukul 15.30 WITA.
Setelah cukup lama, kapal yang dinahkodai Mr Nuhung kandas, ABK kemudian berusaha mengurangi beban dengan membuang air tawar di kapal serta memundurkan kendaraan yang dimuat.
Sementara itu, pasca KMP Pelangi lepas dari kandas, cuaca hujan dan angin kencang mulai mereda dan penyeberangan dibuka kembali sekitar pukul 16.45 WITA.
"Penyeberangan ditunda sementara oleh Syahbandar karena cuaca buruk yang membuat jarak pandang nahkoda terbatas. Setelah sekitar satu jam penyeberangan kembali dibuka," ujar Heru Wahono manajer usaha PT ASDP Indonesia Ferry unit pelabuhan Gilimanuk.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya