Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Covid-19 Meningkat di Kepri, Jokowi Minta Forkopimda Lebih Sigap

Covid-19 Meningkat di Kepri, Jokowi Minta Forkopimda Lebih Sigap Jokowi Tinjau Vaksinasi di Riau. ©2021 Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Forkopimda Provinsi Kepulauan Riau terus memantau fluktuasi kasus Covid-19. Hal ini penting dalam rangka menjaga keseimbangan gas dan rem antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Menurut Jokowi, dengan dinamika data yang selalu terpantau itu segenap komponen pemerintahan daerah dapat bersiaga, menaruh kewaspadaan, dan berkonsolidasi untuk menekan laju penularan.

"Kita lihat Kepri, berapa kasus aktif? Agustus tahun lalu masih 362, kemudian masuk Oktober sudah melompat menjadi 1.240. Bisa turun di bulan Februari sampai 192. Tapi kelihatannya Bapak atau Ibu tidak waspada di sini, di bulan Februari dan Maret ada kelengahan di situ sehingga April dan Mei sekarang sudah 2.015 kasus. Hati-hati," kata Jokowi saat memberikan arahan kepada Forkopimda Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengenai penanganan pandemi Covid-19 yang digelar di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Kota Tanjungpinang, pada Rabu (19/5).

Demikian halnya dengan tingkat kesembuhan pasien Covid-19. Seluruh pihak diminta bergerak bersama untuk meningkatkan rasio kesembuhan pasien demi mencegah adanya korban jiwa dari Covid-19.

Jokowi membeberkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kepulauan Riau masih berada pada angka 83 persen. Sementara itu, rata-rata nasional menunjukkan angka kesembuhan sebesar 92 persen.

"Ini menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita semua. Semuanya harus bergerak agar angka kesembuhan itu bisa diperbaiki sehingga bisa naik terus," bebernya.

Namun, pemerintah daerah harus secara detail melihat angka kasuistik di wilayahnya, sebab kata dia hal tersebut membutuhkan perhatian khusus. Di Kabupaten Lingga misalnya, tingkat kesembuhan diketahui masih berada pada angka 32 persen, jauh dari angka kesembuhan Provinsi Kepulauan Riau secara keseluruhan.

"Tolong dilihat secara detail. Saya ingin misalnya suatu saat saya ke Anambas, saya tanya Pak Bupati tahu angka kesembuhan berapa, angka kematian berapa, sehingga setiap hari mengikuti," bebernya.

Jokowi juga menyajikan sejumlah data secara rinci dan detail mengenai kondisi saat ini di Kepulauan Riau. Berangkat dari data-data itu, pemerintah daerah dapat segera menyusun rencana aksi untuk menangani kekurangan-kekurangan yang ada.

"Saya menyajikan data ini untuk mengingatkan bahwa ada yang memerlukan perhatian, ada yang perlu saya ingatkan," kata Presiden.

Jokowi pun meyakini bahwa dengan penanganan dari sisi kesehatan yang benar-benar dilakukan dengan baik, maka pemulihan ekonomi daerah akan otomatis mengikuti. Namun, diperlukan upaya keras dan kerja sama erat antarelemen pemerintah daerah dalam mencapai tujuan tersebut.

"Dengan kerja keras kita, saya meyakini insyaAllah akan bisa mencapai apa yang tadi kita targetkan. Tapi memang kuncinya pangdam, kapolda, gubernur, hingga pemda kerja mengonsolidasikan bersama-sama," tandasnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP