Contohlah toleransi di Malang, halaman gereja untuk Salat Id
Merdeka.com - Insiden pembakaran musala di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, saat jamaah bersiap Salat Id pada Jumat pagi kemarin disesalkan banyak pihak, termasuk Forum Kerukunan antar Umat Beragama (FKUB) di Kota Malang, Jawa Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua FKUB Kota Malang, Joko Santoso mengajak seluruh umat beragama untuk menghormati keberadaan umat satu dengan yang lain.
"Kerukunan itu harus kita bangun, umat Islam tidak perlu terpancing. Kita harus bijak dan cerdas menghadapi persoalan seperti ini," katanya melalui telepon, Sabtu (18/7).
Kata Joko, harus terus dibangun semangat untuk menghormati antar umat beragama. Kerja sama yang selama ini terjalin harus terus dijaga dan ditingkatkan. Tidak boleh, satu sama lain saling meniadakan.
Sebagai perwakilan umat muslim yang sekaligus pengurus MUI Kota Malang, Joko melihat situasi toleransi yang sangat kondusif di Kota Malang. Dia menggambarkan, tidak jarang dalam suasana hari besar keagamaan saling bekerja sama ikut menyukseskan.
Pelaksanaan Salat Idul Fitri beberapa hari lalu contohnya. Masjid Jami' Kota Malang biasa memanfaatkan halaman gereja Katolik Paroki 'Hati Kudus Yesus' sebagai tempat salat. Kejadian seperti ini sudah terjadi sekian tahun lamanya.
"Beberapa masjid sudah lama bekerja sama dengan gereja, termasuk masjid Sabilillah di Blimbing dengan gereja Albertus di depannya," katanya.
Perlu diketahui, karena jumlah jamaah salat Idul Fitri 1436 H di Masjid Agung Jami Kota Malang membludak, panitia memanfaatkan halaman gereja. Jamaah meluber hingga halaman Gereja Katolik Paroki 'Hati Kudus Yesus' yang berjarak 100 meter.
Yohanes Kristiawan, penjaga gereja menceritakan, masyarakat memenuhi halaman gereja sejak pukul 05.00 WIB. Gerbang gereja yang memang sengaja dibuka, langsung dipenuhi masyarakat. Halaman gereja tersebut memang sudah biasa dimanfaatkan untuk Salat Idul Fitri setiap tahun.
Masyarakat pun bisa khusuk mengikuti salat sampai selesai. "Mereka langsung menggelar tikar, sajadah dan kertas koran yang sudah dibawa untuk alas salat," ujarnya.
Ketua Takmir Zainudin Abdul Muchid mengatakan kalau sudah lama terjalin kerja sama antara masjid jami dan gereja 'Hati Kudus Yesus. Kasus jamaah yang salat di halaman gereja merupakan yang sudah terbangun sekian lama.
Masjid Jami merupakan masjid tertua di Kota Malang dengan dikelilingi oleh gereja. Usianya sudah lebih dari seabad, sehingga komunikasi sudah sekian tahun terjalin. "Kalau rukun dilihat juga enak, masyarakat juga senang pemimpinnya rukun," katanya. (mdk/mtf)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya