Cium tangan SBY, Ketum PWI bilang 'daripada cium kaki'
Merdeka.com - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono kembali mencium tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kali ini, dia mencium tangan SBY saat bertandang ke Kantor Presiden guna membahas persiapan peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2014.
Ditanya alasan mencium tangan SBY, Margiono berkelakar. "Ya daripada cium kaki," katanya sambil tertawa usai bertemu SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (27/1).
Margiono tidak menanggapi sejumlah kritik yang mengatakan Ketum PWI tak perlu mencium tangan presiden karena pers adalah alat kontrol yang setara.
"Saya sama yang tua ya cium tanganlah, ga enak saya. Kalau presidennya masih muda ya saya tempeleng, pok," kata Margiono sambil tertawa lagi.
Lebih jauh, Margiono mengatakan, dulu pernah mendapat protes karena mencium tangan presiden. Setelah itu, kata Margiono, dia mengeluarkan orang yang tangannya pernah dia cium. "Ada 64 (orang)," katanya.
Topik pilihan: Buku SBY | Selalu Ada Pilihan
Margiono menyebut nama Wapres Boediono sampai sejumlah pemilik media nasional dan daerah. "Ya supaya tidak kelihatan bahwa Pak SBY itu istimewa, bukan hanya Pak SBY," kata dia.
Sekadar diketahui, bukan kali saja Margiono mencium tangan SBY di hadapan publik. Saat peringatan Hari Pers Nasional di Palembang 2010 dan acara Forum Pemred di Bali Juni tahun lalu, cium tangan Margiono juga ramai jadi pergunjingan publik. Beberapa kalangan menilai cium tangan tak pantas dilakukan Ketua Umum PWI, karena pers sebagai alat pengontrol pemerintah, seharusnya setara.
Di buku 'Selalu Ada Pilihan' yang baru saja terbit, SBY juga mengungkapkan kedekatannya dengan Margiono. SBY menyebut Margiono sebagai 'sahabat'.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya