Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ciptakan transmisi motor dual mode, mahasiswa RI juara di India

Ciptakan transmisi motor dual mode, mahasiswa RI juara di India Constantinus Satrio. Facebook/Constantinus Satrio

Merdeka.com - Mahasiswa Indonesia di India, Constantinus Satrio, berhasil menyabet juara pertama dalam ajang lomba bergengsi Annual Science, Technology and Management Festival of IIT Delhi (TRYST).

Karya Satrio, mahasiswa Indonesia, tahun ketiga program studi Bachelor of Computer Application di Universitas Agra, ini bertemakan "Manual Automatic Transmission Controller". Demikian dijelaskan Humas PPI India, Taufiq Ari Kusuma seperti dikutip Antara, Kamis (13/3).

Satrio dalam presentasinya, mengatakan sistem pengendalian transmisi sepeda motor yang bisa dikendalikan dengan dual mode yaitu mode manual yang sewaktu-waktu bisa diubah ke mode otomatis atau sebaliknya sangat bermanfaat.

Dalam kejuaraan yang digelar Indian Institute of Technology Delhi, New Delhi India, dia mengatakan ketika orang yang lebih cenderung suka menggunakan mode manual mengalami gangguan otot, atau ada anggota keluarga lain yang sudah tua, yang sewaktu-waktu ingin menggunakan motor dalam mode otomatis.

Dengan sistem ini, motor menjadi lebih fleksibel, efisien, karena ada saat-saat tertentu ketika motor lebih nyaman dalam mode manual dan ada kalanya dalam mode otomatis.

Inovasi mahasiswa yang hobi memasak, balap motor, angkat besi, dan mengutak atik alat-alat elektro ini juga dinilai dari segi efisiensi, ekonomis, dan tentu memenuhi kerealistisan untuk di aplikasikan atau merupakan teknologi tepat guna.

Satrio menjawab dengan lugas semua keraguan dewan juri pada saat sesi tanya jawab setelah mempresentasikan karyanya seperti yang ditampilkan di video rekaman presentasinya tersebut.

Ada dua alasan teknis yang dijelaskan Satrio yaitu "1 Murah dan applicable : Karena desain yang disederhanakan, serta kontrol kopling dan karburator yang menggunakan 'solenoid' meminimalkan jumlah komponen yang dipakai, karena tidak perlu 'throttle position sensor'. Jumlah transistor penggerak daun karburator juga berkurang dari empat menjadi satu.

Solenoid juga memungkinkan pemasangan transmisi ini tanpa merubah mesin, karburator, ataupun gearbox, hanya tinggal potong kabel gas, kopling, dan merubah sistem pengungkit transmisi dari luar gearbox.

Kedua, peningkatan efisiensi hingga 20 persen: Transmisi sepeda motor berbasis CVT mengalami rugi daya hingga 20 persen, sebab gesekan yang terjadi saat perpindahan rasio transmisi di karet penggerak. CVT juga rentan mengalami kerusakan mendadak jika dipergunakan untuk beban berat.

Transmisi otomatis tidak mengalami rugi-rugi daya karena menggunakan gearbox manual yang dikontrol oleh motor listrik, serta kopling yang dikontrol solenoid, sehingga daya yang dipergunakan untuk perpindahan gigi hanya listrik dari alternator motor.

Ketahanan dan reliabilitas transmisi otomatis juga meningkat, diserahkan karet CVT harus diganti secara berkala, sementara transmisi tidak memerlukan overhaul berkala jika tidak ada kerusakan pada sistem kontrol elektroniknya.

Meskipun tidak mendapatkan bantuan finansial dari pihak yang seharusnya diharapkan bisa membantu, Satrio secara mandiri mampu membuktikan sekaligus mencuri perhatian yang seharusnya mendapat perhatian khusus dari negara dengan menjuarai lomba.

Kemenangan pria kelahiran Jakarta tahun 1989 ini menjadi kemenangan bagi mahasiswa Indonesia terutama di India. Ucapan selamat menghujani akun sosial media milik Satrio, mulai dari sahabat, alumni, pelajar, akademisi dan juga para pejabat.

IIT Delhi merupakan universitas top tidak hanya di India, tetapi juga di dunia bersama dengan IIT Bombay. Setelah melalui beberapa babak, Satrio berhasil lolos hingga ke final dan akhirnya menumbangkan seluruh lawan lawannya yang mayoritas mahasiswa IIT Delhi.

Selain mendapat sertifikat dan penghargaan, Satrio juga mendapatkan uang sebesar INR 75.000 atau sekitar Rp 14 juta yang ingin digunakannya untuk mengembangkan karyanya. Satrio berkeinginan untuk melanjutkan kuliahnya ke jenjang lebih tinggi untuk menjadi seorang profesor. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP