Cerita Soeharto tolak dikawal polisi

    Reporter : Didi Syafirdi | Senin, 11 Maret 2013 08:30

    Cerita Soeharto tolak dikawal polisi
    Soeharto. ©buku gramedia/hj siti hardiyanti rukmana

    Merdeka.com - Pengawalan terhadap mantan presiden adalah hal yang lumrah dilakukan di negara mana pun. Fasilitas itu juga yang didapat Soeharto setelah tidak lagi berkuasa. Namun, Soeharto merasa hanya lah rakyat biasa sehingga tak perlu lagi mendapat perlakuan khusus.

    Maliki Mift, mantan pengawal khusus Soeharto mengisahkan betapa sederhana Pak Harto, meski sempat berkuasa selama 32 tahun. Pak Harto, menurutnya, saat di jalan raya menolak mendapat pengawalan dari kepolisian.

    "Saya tidak usah dikawal. Saya sekarang masyarakat biasa, jadi kasih tahu polisinya," kata Maliki mengenang ucapan Soeharto dalam buku 'Pak Harto The Untold Stories'.

    Mendengar permintaan Pak Harto, mantan Paspampres itu, mengaku terkejut. Namun dia tak begitu saja memenuhi, karena khawatir terjadi sesuatu. Akhirnya, Maliki pun bersiasat agar Pak Harto tetap bisa nyaman di jalan tanpa merasa ada perlakuan spesial.

    Kemudian, Maliki berkoordinasi dengan polisi dengan meminta agar pengawalan hanya dilakukan dari belakang, ke depan bila jalanan macet. Tetapi tetap saja Pak Harto menyadari hal tersebut.

    "Itu polisi kenapa ikut di belakang? Tidak usah," kata Maliki mengutip pernyataan Pak Harto.

    Hari berikutnya, Maliki masih tak kehabisan akal. Memang tak ada lagi pengawalan di depan maupun belakang kendaraan yang ditumpangi Pak Harto. Maliki hanya meminta tiap kali Pak Harto lewat, petugas menghijaukan lampu lalu lintas.

    Ternyata lagi-lagi siasat Maliki ini diendus oleh Pak Harto. "Ini lampu kenapa hijau terus? Polisi tidak usah diberi tahu. Sudah, saya rakyat biasa, kalau lampu merah, ya merah saja," ujar Maliki mengingat ucap Soeharto.

    Mendengar itu Maliki hanya terdiam. Tetapi, dia akan tetap menjalankan tugasnya untuk memberi kelancaran dan keamanan pada sang mantan presiden.

    Baca juga:
    5 Kesederhanaan Soeharto soal pakaian sampai pengawalan
    Tempat makan favorit para kepala negara
    Cerita Presiden Soeharto, pengamen dan koruptor
    Soeharto sedih cuma bisa sekolah sampai SMP
    4 Tradisi spiritual dan kebatinan Pak Harto

    [did]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

    KUMPULAN BERITA
    # Soeharto

    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





    BE SMART, READ MORE
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Selain Rp 400 juta, KPK juga temukan uang di dalam koper pejabat MA
  • Lokasi jatuhnya Super Tucano TT-3108 jadi tempat wisata
  • REI apresiasi iuran tabungan perumahan rakyat dari gaji pegawai
  • Pejabat MA ditangkap KPK di rumahnya, ditemukan uang Rp 400 juta
  • Kombes Krishna: Penembak driver GO-JEK bukan komplotan begal
  • Setelah Bisnis Hijab, Elcorps Rambah Industri Kuliner
  • Pria ini lupa namanya 30 tahun, dikira sudah mati oleh keluarga
  • Jadwal rilis dan penjualan iPhone 4 inci bocor?
  • Ini kronologis kasus suap yang libatkan pejabat MA
  • Jokowi diminta copot Menteri Yuddy tak becus urusi tenaga honorer K2
  • SHOW MORE