Cerita Soeharto mau diperas kiai

    Reporter : Ramadhian Fadillah | Selasa, 19 Maret 2013 10:07

    Cerita Soeharto mau diperas kiai
    Soeharto. Merdeka.com/Arie Basuki

    Merdeka.com - Setelah lengser sebagai presiden tahun 1998, masih banyak banyak tamu yang mengunjungi Soeharto. Sebagian besar datang untuk memberikan simpati. Tapi ada juga yang mencoba menarik keuntungan dari mantan orang terkuat itu.

    Tak tanggung-tanggung, seorang kiai terkenal malah mencoba memeras Soeharto. Hal itu dituturkan mantan ajudan Soeharto Brigjen Pol Anton Tabah dalam buku 'Pak Harto The Untold Stories' terbitan Gramedia Pustaka Utama.

    Peristiwanya terjadi tahun 2000, kiai terkenal itu datang mau menanam tanah di sudut-sudut rumah Soeharto di Jl Cendana. Kiai itu mengatakan tanah itu berasal dari makam Wali Songo. Tak cuma itu, ada juga kertas yang berbunyi "Wahai Pangeran Diponegoro, kami mohon perlindunganmu..."

    Brigjen Anton Tabah merasa tindakan kiai itu sudah musyrik. Anton pun mendekati Soeharto. Sambil memijit kaki Soeharto, Anton menceritakan kisah Nabi Yunus yang ditelan ikan. Dalam perut ikan, Nabi Yunus terus mengucap doa tiada Tuhan selain Allah.

    "Meminta pertolongan kepada selain Allah itu kan musyrik ya, Pak? Bapak sudah teraniaya, mohon jangan sampai terjebak musyrik. Seandainya kita boleh minta tolong kepada yang telah mati, maka lebih tepat kita minta tolong kepada Nabi Muhammad SAW. Tetapi itu pun kan tidak juga tidak boleh Pak," katanya.

    Soeharto mengangguk-angguk mendengar cerita Anton. Beberapa hari kemudian, Soeharto kembali memanggil Anton.

    "Kamu benar, Ton. Kiai itu tidak benar, dia meminta uang yang sangat banyak pada saya. Jika kiai itu datang lagi, supaya disuruh pulang saja," kata Soeharto.

    Anton mengaku disalami seluruh staf di kediaman Pak Harto karena peristiwa itu.

    Mengenai mistik dan kepercayaan, Soeharto mengaku memang sudah dekat dengan ilmu kebatinan sejak kecil. Tapi menurutnya ilmu kebatinan berbeda dengan klenik. Ilmu kebatinan adalah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

    "Sesuai dengan peninggalan nenek moyang kita. Ilmu kebatinan itu adalah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Mendekatkan batin kita kepada-Nya. Orang kadang-kadang salah kaprah, mengira ilmu kebatinan itu ilmu klenik," kata Soeharto dalam biografi 'Soeharto, Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya' yang ditulis G Dwipayana dan Ramadhan KH.

    Baca juga:
    4 Cerita menarik Soeharto dan hobinya memancing
    Soeharto malu baru disunat umur 14 tahun
    Soeharto pernah kerja jadi tentara Belanda
    5 Prinsip hidup kunci sukses Soeharto

    [ian]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

    KUMPULAN BERITA
    # Soeharto

    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





    BE SMART, READ MORE
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Valentine Day, Satpol PP Mataram patroli tempat nongkrong anak muda
  • Luhut: Preman langgar perundang-undangan, kita sikat!
  • AS umumkan gencatan senjata di Suriah, Assad dan pemberontak menolak
  • MUI Bengkulu dan Padang kompak haramkan perayaan valentine
  • Main film, Raisa tak menjadi dirinya sendiri
  • Luhut kumpulkan menteri bahas terorisme, amnesti dan kebijakan visa
  • Henry Yosodiningrat adukan kasus yang mangkrak di Kejagung ke KPK
  • Tanpa celana, OOTD Soyu Sistar pakai baju mini terbang ke Bali
  • Santriwati dan kekasihnya jadi tersangka kasus aborsi
  • Minta diakui, PPP kubu Djan Faridz tak masalah diintervensi Jokowi
  • SHOW MORE