Cerita soal UN bocor dan menyebar di grup jejaring sosial
Merdeka.com - Kecurangan kembali terjadi dalam penyelenggaraan Ujian nasional tahun ini. Soal UN yang seharusnya bersifat rahasia, nyatanya sudah bocor ke tangan para siswa.
Kebocoran soal ini terjadi di Yogyakarta untuk soal ujian jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Para siswa mendapat bocoran soal tersebut melalui grup Line SMA Negeri 3 Yogyakarta.
Salah seorang siswa kelas 12 SMAN 3 Yogyakarta, AC, mengaku bahwa dirinya menerima bocoran soal melalui grup Line angkatannya. Seorang siswa memberikan link yang berisi soal ujian untuk jurusan IPA.
"Yang share teman, dia katanya dapat dari grup lain. Disebar pukul 18.22 WIB Hari Minggu. Nah di situ ada 6 soal, dengan paket varian tapi hanya untuk jurusan IPA, IPS tidak ada," ujar AC kepada merdeka.com saat ditemui di sekolahnya, Rabu (15/4).
Dalam link tersebut memang tidak disebutkan bahwa itu soal bocoran, hanya disebutkan untuk belajar. Namun saat UN dimulai Senin lalu, soal UN kimia yang diterima para siswa nyatanya sama persis dengan soal-soal latihan yang ada di dalam link tersebut.
"Tetapi saya sudah tidak download lagi," terangnya.
Siswa lain, PS, membenarkan kebocoran soal tersebut. Meski dirinya adalah siswi IPS di sekolah yang sama, namun PS juga anggota grup Line tersebut dan mengaku sempat membuka link soal tersebut.
"Tapi memang hanya soal untuk IPA, tidak ada untuk IPS," terang PS.
Kebocoran soal UN jurusan IPA ini pun membuat salah seorang siswa SMAN 3 Yogyakarta, Muhammad Tsaqif Wismadi, geram. Tsaqif pun membongkar bocornya soal UN yang disimpan di google drive. Melalui email, Tsaqif melaporkan kebocoran soal tersebut ke Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam email tersebut Tsaqif mengaku mendapatkan link unduhan soal UN melalui grup line SMAN 3 Yogyakarta. Dalam link tersebut ada lima paket soal dari enam mata pelajaran yang diujikan untuk jurusan IPA.
Tsaqif mengaku sengaja melaporkan kebocoran soal UN tersebut karena merasa link soal UN jurusan IPA yang didapatnya sudah menyebar dan menimbulkan banyak kecurangan.
"Saya kasihan dengan teman-teman saya yang memiliki integritas dan memilih jujur tidak menggunakan soal itu, kan jadi enggak adil," kata Tsaqif.
Dia pun meminta UGM supaya tidak menggunakan hasil UN sebagai patokan untuk menerima mahasiswa baru. Karena menurutnya UN kali ini sudah tidak kredibel.
"Kami inginnya ini tidak digunakan untuk patokan masuk Perguruan Tinggi. Kalau harus ujian ulang pun kami sudah jeleh, sudah capek," ungkapnya.
Dengan adanya bocoran soal tersebut dia hanya berharap kementerian pendidikan bisa berbenah. "Harapan saya supaya pendidikan di Indonesia bisa lebih genah," tuturnya.
Atas laporan adanya kebocoran soal UN, pihak UGM menyatakan tidak lagi menggunakan patokan nilai UN sebagai penentu hasil Saringan Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D. mengatakan, penilaian yang digunakan adalah prestasi akademik dimuat dalam rapor serta telah diunggah di PDSS (pangkalan data sekolah dan siswa), capaian akademik lain, ranking siswa, serta rekam jejak sekolah.
"Pimpinan UGM sebelumnya telah menyepakati bahwa UN bukan menjadi penentu hasil SNMPTN di UGM karena UN sedang berlangsung. Sementara tahap analisis akhir untuk penetapan hasil final SNMPTN harus siap minggu depan," kata Iwan.
Iwan menambahkan, beberapa kriteria penilaian digunakan buat menyeleksi calon mahasiswa adalah hasil nilai rapor, ranking siswa di sekolah, prestasi non-akademik siswa, prestasi alumni sekolah selama kuliah di UGM, rasio pendaftar dan yang diterima tahun lalu melalui jalur ujian tulis. Komponen penilaian baru digunakan tahun ini adalah ranking siswa.
"Formula penilaian telah disimulasikan dengan data siswa di PDSS, hasilnya valid dan konsisten," tambah Iwan.
Iwan juga memuji langkah Muhammad Tsaqif Wismadi dan siswa SMA di Indonesia yang telah menjunjung tinggi sportifitas dan kejujuran dalam mengerjakan UN. "Generasi muda yang jujur seperti inilah yang diperlukan bagi masa depan Indonesia yang lebih baik," ungkap Iwan. (mdk/siw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya