Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita simpatisan ISIS asal Indonesia, mau perang disuruh ke dapur

Cerita simpatisan ISIS asal Indonesia, mau perang disuruh ke dapur Ilustrasi ISIS. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Banyak cerita yang diungkapkan para terdakwa simpatisan ISIS dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Salah satunya, seleksi yang ketat saat mereka tiba di Suriah. Tidak semua yang bergabung bisa ikut berperang.

Seperti yang diceritakan Ahmad Junaidi alias Abu Salman yang pernah berada di Suriah. Ketika sampai di Suriah, simpatisan ditampung dalam sebuah tempat yang bernama Tel Abiya. Di lokasi itu terdapat sebuah bangunan yang awalnya merupakan sebuah. Ruang kelas dijadikan kamar tidur dan lapangan dijadikan tempat olahraga.

Setelah penampungan di Tel Abiya penuh maka simpatisan akan dipindah ke tempat lain.

"Saya disuruh menembak satu kali ke (arah) kain bendera hitam. Masuk langsung seleksi," ujar Ahmad Junaidi dalam persidangan tindak pidana terorisme di PN Jakbar, Kamis (28/1).

Menurut Junaidi ada tiga pengelompokan dari tahap seleksi tersebut. "Badan yang besar masuk pasukan khusus. Kelompok satu," tambahnya.

"Saya masuk kelompok tiga. Suruh masuk ke dapur," tambahnya.

Untuk kelompok dua, Junaidi mengaku tak ingat ketika ditanya hakim Ahmad Fauzi.

Sementara terdakwa Helmi Alamuddin mengaku masuk ke Suriah lewat Turki. Setiba di Turki dia dan beberapa rekannya tidak bisa langsung masuk. Mereka harus menunggu waktu yang tepat.

"Proses masuknya dengan cara sembunyi dan mencari waktu yang pas," ujar Helmi.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP