Cerita sedih ibu muda, suami dibui dan ditinggal buah hati
Merdeka.com - Erni, perempuan 27 tahun asal Sumba Barat Daya, NTT hanya bisa menangis melihat bayi yang dilahirkannya pada tanggal 21 Maret 2016 lalu meninggal.
Bayi tersebut hanya bisa bertahan hidup selama 22 hari setelah dirawat di RS Bakti Rahayu Denpasar. "Anak saya terlahir prematur, umur enam bulan sudah terlahir. Kini sudah tiada," ucap Erni.
Sejak suaminya dipenjara atas kasus pencurian sepeda motor, dalam kondisi hamil muda Erni mengaku harus berkerja keras untuk menghidupi keluarga kecilnya seorang diri.
"Mungkin karena saya terlalu kerja keras, makanya bayi ini terlahir prematur. Setelah pulang kerja saya juga harus merawat anak kami yang pertama," katanya.
Jenazah Bayi yang diberi nama Engel ini, langsung dipulangkan ke kampung halamannya di Sumba Barat Daya untuk dimakamkan.
"Suami saya sudah dikabarkan soal anak keduanya ini. Dia tidak diizinkan untuk melayat anaknya oleh pihak LP Kerobokan. Saya hanya bisa pasrah sekarang," tutup Erni.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya