Cerita Satpol PP 'bening' Purwakarta pernah dikejar germo saat tugas
Merdeka.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kini tak lagi ditempati para pria berperawakan besar dan kekar. Sosok Satpol PP kini banyak dihuni para wanita cantik. Seperti Prajawati di Purwakarta, Jawa Barat, yang memiliki julukan 'Praja Kitty'.
Dari 13 anggota Satpol cantik salah satunya adalah Elena Septiani Nugraha. Dara kelahiran 1995 bergabung menjadi anggota Satpol PP Purwakarta sejak tahun 2013 lalu.
Dalam kesehariannya sebagai anggota Satpol PP, kegiatan Elena tidak jauh berbeda dengan anggota 'Praja kitty' lainnya. Namun tanggung jawab lebih besar harus dia pikul setelah dirinya diangkat menjadi komandan regu (Danru) Prajawati.
"Hampir setahun saya ini atau sejak 2015 lalu saya mengemban tugas menjadi Danru. Gantiin yang sebelumnya karena mengundurkan diri," kata Elena kepada merdeka.com, di Purwakarta, Jumat (4/3).
Jika tidak melakukan kegiatan di lapangan, dia mengisi waktunya sebagai staf di bagian Penegakan Perda (Gakda).
"Di kantor saya mengerjakan berbagai kegiatan administrasi, mulai dari BAP pelaku pelanggaran, seperti anak sekolah tawuran, pengedar minuman keras, hingga memeriksa perizinan perusahaan pertambangan," kata gadis 21 tahun yang bercita-cita menjadi atlet renang itu.
Elena menuturkan, banyak pengalaman yang didapat selama menjadi anggota Satpol PP. Dia juga merasa bangga, lantaran bisa mengawal kegiatan Kepala Daerah di Purwakarta.
Menurutnya, hal yang mengesankan selama menjadi Prajawati adalah saat dia dan rekan - rekannya melakukan razia Pekerja Seks Komersial (PSK).
"Jadi waktu itu, justru aku sama teman-teman yang dikejar-kejar sama germo nya, takut ada tapi tetap penegakan hukum harus dilakukan," imbuh Elena.
Dia mengaku di antara teman-temannya, Elena merupakan sosok yang terbilang tomboy. Bahkan warga Kampung Sukasari, Ciwareng, Purwakarta itu memiliki hobi naik motor Trail.
"Pengennya ikut motocross tapi nggk boleh sama papah, kalau hobi naik trail sejak lulus SMA," tambah putri pertama pasangan Anton Nugroho dan Neni Nursiswati ini.
Elena dan rekan se-profesi mengaku bersyukur karena keberadaan mereka kini telah diakui masyarakat. Bahkan dapat mengubah pandangan jika sebelumnya kesan Satpol PP sangat ditakuti kini lebih positif.
"Tapi kadang suka agak risihnya kalau banyak yang godain, kalau sampai ke hal - hal lain seperti colak colek sih nggak ada," tutur Elen.
Sementara, Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Purwakarta, Aulia Pamungkas menyatakan dengan adanya Satpol PP cantik, keberadaannya memberi warna baru dalam berbagai kegiatan. Bahkan memberi banyak nilai positif.
"Pembentukan Prajawati ini tahun 2013 lalu, atas dasar Ide dan gagasan dari Bapak Bupati Dedi Mulyadi," jelas Aulia.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya