Cerita rumah Om Liem saat kerusuhan Mei 1998
Merdeka.com - Penyakit yang diderita Liem Sioe Liong beberapa tahun belakangan, akhirnya mengantarkan pengusaha kelas kakap itu ke tempat peristirahatan terakhirnya. Pria yang kerap disapa dengan Sudono Salim itu tutup usia di umur 96 tahun pada hari Minggu kemarin 14.40 WIB di Singapura.
Siapa yang tak kenal dengan sosok Om Liem. Terlebih saat Orde Baru, pria ini disebut-sebut memiliki hubungan dekat dengan pemimpin rezim saat itu Presiden Soeharto.
Berbagai usaha yang dibangunnya terbilang sukses. Di dunia bisnis, nama pria kelahiran Fuqing, Fujian, China itu juga sangat diperhitungkan dan disegani. Bahkan kesuksesannya semakin cemerlang seiring dengan kejayaan Pak Harto saat itu.
Di tahun 1997 saja, kekayaan Grup Salim ditaksir mencapai USD 20 miliar. Saat itu, Grup Salim sudah berjaya dengan 500 perusahaan dan mempekerjakan sekitar 200.000 pekerja.
Sayang, karir Om Liem yang moncer mulai terguncang saat semangat reformasi bergaung di Tanah Air. Kondisi keamanan yang tak menentu saat itu juga berdampak pada usaha Om Liem. Ratusan perusahaan yang dulunya menghasilkan pundi-pundi kekayaan, ikut terhempas akibat krisis moneter tahun 1996-1998.
Grup Salim yang semula bergelimang kejayaan perlahan-lahan mulai terpuruk seiring dengan utang-utang perusahaan yang tergabung dalam grup itu. Om Liem harus menyerahkan sekitar 108 perusahaan kepada pemerintah guna membayar utang Rp 52,7 triliun.
Tak hanya kekayaannya yang terpuruk, kacaunya situasi keamanan di tahun 1998 juga berdampak ke kehidupan keluarga Om Liem. Saat itu, dua kediamannya di Medan dan di Jakarta menjadi korban amukan massa karena dianggap sebagai salah satu kaki tangan Soeharto yang saat itu akan digulingkan.
Saat itu, massa yang mengamuk di dua kediaman Om Liem baik yang di Medan dan di Pasar Baru, Jakarta Pusat, melempari rumahnya. Bahkan untuk rumahnya yang di Jakarta, massa mengeluarkan isi rumahnya, kemudian membakarnya tepat di depan rumah Om Liem.
Sadar situasi itu sangat mengancam keselamatannya dan keluarga, Om Liem memilih meninggalkan Jakarta menuju Singapura dengan pesawat.
Saat itu pun usaha-usahanya sempat terhenti. Meski belakangan mulai bangkit dan diteruskan oleh anaknya Anthony Salim.
Hari ini jenazah Om Liem masih akan disemayamkan di Mount Vernon Funeral Parlours, 121 Aljunied Road, Singapura. Belum ada kejelasan kapan dan di mana Om Liem akan dimakamkan. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya