Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Prabowo pernah tolak Asmujiono jadi Kopassus

Cerita Prabowo pernah tolak Asmujiono jadi Kopassus Peringatan 17 Tahun Berkibarnya Merah Putih di Puncak Mount Everest. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Asmujiono, Kopassus pertama yang mencapai Puncak Gunung Everest, Nepal, resmi mendapat penghargaan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Namun ada cerita unik, ternyata dia pernah ditolak masuk kesatuan Kopassus oleh mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto.

Hal itu diungkapkan Prabowo saat acara bertajuk 'Peringatan 17 Tahun Berkibarnya Merah Putih di Puncak Mount Everest' yang diadakan oleh Fadli Zon Library di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (26/4).

"Asmujiono ini sebenarnya nggak lulus tes masuk Kopassus. Karena terlalu pendek. Saya membuat peraturan, Komando Indonesia harus tinggi. Minimal 168 cm," kata Prabowo.

Menurut capres Gerindra itu, Asmujiono hanya memiliki tinggi 165 sentimeter. Lantaran sudah ditolak, namun masih saja ada yang mendukungnya.

"Datang perwira bawahan saya. Dia sebut Asmujiono larinya paling baik, sikapnya paling baik. Tapi syarat tetep syarat. Dan saya waktu itu saya agak kenceng, ya kalo nggak memenuhi syarat ya tidak lolos," ujarnya.

Topik pilihan: Pelecehan Seksual di JIS | Pembajakan Virginblue | Penganiayaan Taruna STIP

Namun, menurut Prabowo, protes demi protes selalu diterimanya beberapa kali. Hal itu pun membuatnya jengah. Akhirnya dia pun memanggil Asmujiono untuk menghadap.

"(Saat menghadap) memang waktu itu (Asmujiono) kurus, pendek lagi. Saya tanya, 'kamu bener mau masuk kopasus?', dia jawab 'siap'," ujar Prabowo menceritakan.

Dia menambahkan, Asmujiono ini kalau bicara selalu semangat. Hal itu pun mengubah pikiran Prabowo untuk memasukkan pria kelahiran 1 September 1971 ini.

"Ya sudah, kali ini kita sepakati tidak 168 cm. Dan terbukti dialah yang mencapai puncak tertinggi dunia," ungkapnya.

Prabowo mengakui, bahwa saat menjadi militer memang dikenal agak galak dan keras terhadap keputusan. 

Namun, dia harus mengalah dengan semangatnya Asmujiono. Maka dari itu, dirinya mengingatkan agar Indonesia tetap semangat.

"Kalau Indonesia punya kehendak semangat, saya kira tidak ada yang tidak bisa capai," ucapnya.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP