Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Perangkat Desa Saksi Prabowo Diminta Jadi 'Buzzer' Jokowi

Cerita Perangkat Desa Saksi Prabowo Diminta Jadi 'Buzzer' Jokowi 4 Saksi Fakta dari Jawa Tengah di Sidang Lanjutan Sengketa Pilpres 2019. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Fakhrida Arianty, saksi fakta dihadirkan Tim Hukum Prabowo-Sandi, mengaku diminta mempromosikan oleh atasannya sesama perangkat pendamping desa untuk memuji Jokowi atas pencapaiannya di akun sosial media pribadi masing-masing.

"Jadi masing-masing dari kami diminta bikin akun sosmed, diminta mentweet atau me-retweet keberhasilan Pak Jokowi ujungnya diminta ada kata-kata Terima kasih Pak Jokowi, tapi tidak ada arahan untuk tulis pilih Jokowi," kata Fakhrida dalam sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/).

Selain itu, dia juga mengaku telah diundang masuk ke dalam sebuah grup bernama JOIN yang menurutnya singkatan dari Jokowi-Cak Imin, walau dia tidak begitu yakin akan kepanjangan dari singkatan tersebut.

"Saya diundang masuk grup oleh rekan se-kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Isinya orang-orang se-kabupaten ada 70 orang, pekerjaannya sama seperti saya," kata dia.

Menurut dia, isi dari dari grup itu gencar mengarahkan dan menakut-nakuti jika program pendampingan desa yang menjadi pekerjaan mereka bisa berakhir kalau pemerintahan berganti.

"Artinya kita harus tetap di situ biar program tetap berlanjut, karena kalau tak berlanjut bisa jadi pengangguran," kata dia bersumber dari salah satu anggota di grup tersebut yang tak diingat namanya.

Fakhrida beralasan tak terlalu ingat betul isi grup tersebut lantaran hanya bergabung selama sepekan, tertanggal 15 September 2018.

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP