Cerita penjual obat enteng jodoh, diminati remaja hingga pejabat
Merdeka.com - Kawasan Kota Tua, Jakarta Pusat jadi salah satu tujuan warga ibu kota menghabiskan waktu libur Lebaran. Kawasan yang berisi bangunan-bangunan bergaya arsitektur Belanda itu dikunjungi ratusan bahkan ribuan orang dari pelosok Jakarta dan sekitarnya.
Ramainya pengunjung Kota Tua saat hari libur otomatis mengundang pedagang yang mencoba mengais rezeki di hari raya. Salah satunya Amay Rau (63). Dia menjual obat enteng jodoh.
Di lorong pintu masuk Kota Tua, lelaki asal Kalimantan Tengah ini menggelar dagangannya yakni Bulu Perindu dan Mani Gajah. Sekalipun tak mau mengakui secara langsung khasiat dua benda yang dijualnya, Amay mengklaim banyak remaja hingga pejabat membeli dagangannya itu.
"Tiga hari ini rata-rata yang beli Bulu Perindu itu remaja. Mungkin karena harganya murah. Ada juga pejabat yang minat Mani Gajah," cerita Amay kepada Merdeka.com di Kota Tua, Jakarta Pusat, Minggu (19/7).
Dalam selebaran yang pajang Amay, Mani Gajah mempunyai khasiat secara positif yakni untuk mengembalikan keutuhan keluarga yang retak, mengembalikan pacar yang minggat dan istri batal cerai. Sementara itu, khasiat Bulu Perindu adalah untuk enteng jodoh dan meningkatkan kepercayaan diri.
"Ini bukan magis. Orang sudah banyak yang tahu kok. Cuma kalau dipakai negatif akibatnya fatal, bisa gila," cerita dia.
Amay menjual Mani Gajah dan Bulu Perindu ini dengan harga terjangkau. Untuk sehelai Bulu Perindu dijual Rp 20.000, sedangkan Mani Gajah berkisar Rp 50.000-500.000.
"Tergantung jenisnya. Ada yang murah, ada juga yang mahal. Tapi itu masih murah kalau dibandingkan harga yang dijual orang lain," lanjut dia.
Amay mengaku Mani Gajah dan Bulu Perindu memang bukan barang yang lazim diperdagangkan. Namun, kata dia, rata-rata masyarakat sudah mengetahui khasiatnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya