Cerita pelamar GO-JEK tergiur gaji jutaan demi ibadah ke rumah Allah
Merdeka.com - Kisah sopir ojek aplikasi seperti GO-JEK dan GrabBike kini tengah jadi perbincangan hangat. Meski profesi mereka bukan sesuatu yang baru, tapi penghasilan yang bisa dikantongi tiap bulannya membuat orang yang mendengar merinding.
Penghasil pengemudi GO-JEK dan GrabBike disebut-sebut mencapai belasan juta sebulan. Tapi tentu itu tak didapatkan dengan cuma-cuma.
Mereka harus kerja ekstra keras dan semangat merespons penumpang yang memesan mereka lewat aplikasi ponsel android dan iPhone. Semakin banyak pelanggan yang didapat semakin banyak bonus yang didapat.
Besarnya insentif yang didapat para sopir membuat sejumlah orang berniat pindah profesi sebagai pengemudi GO-JEK dan GrabBike. Itu terbukti dari tingginya pelamar menjadi sopir GO-JEK dan GrabBike yang mengajukan lamaran di bursa kerja yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
Pelamar juga tak tanggung-tanggung, mencapai ribuan orang dengan berbagai latar belakang. Percaya tak percaya, bahkan seorang sarjana dan bekas pegawai kantoran juga ikut melamar.
"Hari ini ada sekitar 4 ribu pendaftar Go-Jek. Mereka yang sudah dapat SMS dari Go-Jek bisa langsung masuk ke gedung ini dan mengambil perlengkapan seperti helm, jaket dan handphone," kata salah satu panitia di gedung basket Senayan, Jakarta, Rabu (13/8).
"Ngelamar jadi pegawai Go-Jek tidak ada biaya sepeserpun. Tidak ada titip menitip, tidak ada nepotisme," imbuhnya. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya