Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Pasutri asal Gresik berhaji dari AS, daftar sepekan bisa berangkat haji

Cerita Pasutri asal Gresik berhaji dari AS, daftar sepekan bisa berangkat haji Jemaah haji. ©2017 Merdeka.com/MCH Kemenag

Merdeka.com - Daftar tunggu naik haji setiap negara tentu saja berbeda. Untuk bisa berhaji di Indonesia daftar tunggu cukup panjang. Minimal di atas lima tahun untuk haji reguler. Bahkan ada daerah di Indonesia daftar tunggunya di atas 30 tahun, contohnya di Kabupaten Sidenreng Rappang atau Sidrap, Sulawesi Selatan.

Lalu bagaimana daftar tunggu di negara lain? Di Amerika Serikat misalnya. Ternyata di sana ada cerita menarik soal warganya hendak berangkat haji. Tak butuh waktu lama, daftar lalu sepekan kemudian bisa berangkat ke Arab Saudi.

Kisah ini diceritakan oleh pasangan suami istri, Imam Ahmad (59) dan Masfufah (55) asal Gresik, Jawa Timur. Namun Imam dan istri sudah lama menetap di Boston, Amerika Serikat. Sudah 33 tahun tepatnya hidup di negeri Paman Sam.

Tahun ini ia dan istrinya berangkat ke Tanah Suci. Dia berangkat dalam satu rombongan bersama warga AS lain berjumlah 45 orang via agen travel. Persiapan matang haji di Indonesia tentu berbeda dengan di Amerika. Seperti manasik.

“Kami belajar manasik (tata cara haji) via internet karena agen di sana cuma memberangkatkan saja. Tidak seperti di Indonesia,” kata Imam di Kantor Urusan Haji Indonesia (KUH) Daker Makkah, Arab Saudi, Sabtu (26/8) sore.

Sementara di Indonesia, setiap jemaah yang akan berangkat telah mengikuti manasik terlebih dahulu, baik jemaah haji reguler atau khusus. Semua belajar tata cara haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Namun, ada kemudahan soal keberangkatan dari Amerika. Daftar tunggunya juga cepat. “Bahkan seminggu sebelum musim haji, bisa berangkat,” ujar Imam.

Sementara soal biaya, Imam menjelaskan, nilainya tidak terlalu mahal. Untuk haji khusus bertarif USD 8.000 atau sekitar Rp 106 juta. Sedangkan reguler USD 6.000 atau sekitar Rp 80 juta. Jika dibandingkan dengan ongkos naik haji dari Tanah Air, haji reguler di kisaran Rp 34 juta dan haji khusus di atas Rp 100 juta.

Imam menceritakan, tahun ini begitu bahagia bisa menginjakkan kakinya di Tanah Suci. Tak ada persiapan khusus. "Ada uang cukup dan memang sudah saatnya (berhaji). Saya dan istri putuskan berangkat dan mendaftar 2-3 bulan sebelum musim haji," ujarnya.

Semoga menjadi haji mabrur Pak Imam dan Ibu Masfufah. Amin...

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP