Cerita orangtua injak-injak dan kubur anak hidup-hidup
Merdeka.com - Setiap pasangan suami istri yang belum memiliki anak, pasti berharap segera dianugerahi keturunan. Karena seorang anak dinilai bisa melengkapi kehidupan dan kebahagiaan dalam rumah tangga.
Namun ternyata, hal tersebut berbeda dengan pasutri asal Dusun Macinna, Desa Bulumpare, Kecamatan Awangpone, Kota Kabupaten Bone, Sulsel. Pasutri atas nama Mustang (40) dan Cettang (35), nekat membunuh bayinya sendiri dengan cara tragis. Mereka dengan keji menginjak-injak bayi yang baru berumur 4 bulan itu dan menguburnya secara hidup-hidup.
Bayi berinisial A tersebut diduga dibunuh lantaran Mustang dan Cettang terkena pengaruh Arman (18), adik dari menantunya bernama Angga (20).
Diketahui Mustang memiliki empat orang anak termasuk bayi yang dibunuh. Salah satu anaknya bernama Evi menikah dengan Angga. Dan Angga mempunyai adik bernama Arman, dia lah dalang dari pembunuhan bayi A.
Arman mempengaruhi pasutri tersebut dengan mengatakan bahwa anak itu bayi setan dan jika dibiarkan tumbuh besar maka akan membahayakan mereka semua. Mustang dan Cettang kemudian mengiyakan saja saat Arman, adik dari Angga menantunya itu agar A segera dibunuh.
Tanpa pikir panjang, Mustang kemudian menggali lubang di dalam kebun. Bayi itu diinjak-injak dalam kondisi bernyawa, bayi A dimasukkan oleh Arman dan Angga ke dalam lubang yang digali Mustang. Kejadian ini berlangsung 9 Oktober lalu. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya