Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita novelis Fredy S jual lukisan Nyai Roro Kidul buat berobat

Cerita novelis Fredy S jual lukisan Nyai Roro Kidul buat berobat Nyai Roro Kidul. ilustrasi merdeka.com

Merdeka.com - Selain terkenal sebagai penulis novel, Fredy Siswanto atau lebih dikenal sebagai Fredy S rupanya juga piawai melukis. Jika tak ada kegiatan bikin novel atau menulis skenario film atau sinetron, pria asal Semarang, Jawa Tengah ini meluangkan waktu untuk menjalankan hobinya, melukis.

Banyak lukisan karya Fredy S berukuran jumbo yang kini menjadi peninggalannya. Ada lukisan kuda, dan bahkan ada lukisan penguasa pantai selatan, Nyai Roro Kidul. Tapi sayang, lukisan Nyai Roro Kidul kini tak ada di rumahnya di Bintara, Bekasi Barat, lantaran dibeli oleh kolektor lukisan buat biaya berobat. Seperti diketahui, sejak 2002 Fredy menderita stroke hingga akhirnya pada 24 Januari lalu tutup usia.

"Dulu punya lukisan Nyai Roro Kidul, cantik sekali. Tapi waktu itu kita berobat sama Sony Dirgantara ya, kalau orang berobat di sini mahal. Sudah bu gak usah mikir uang. Ini temen kok satu syuting dulu. Dulu waktu syuting aku berdua sama dia," cerita istri Fredy S, Sri Suyati dalam perbincangan dengan merdeka.com di kediaman pribadinya di Bintara, Bekasi Barat, Minggu (22/2).

"Akhirnya gak enakkan, 'bu kalau gak punya uang telepon aja biar dijemput sama karyawanku'. Jadi dia pernah jadi aktornya bapak," imbuh Sri Suyati.

Jadi lukisannya dikasihkan ke dia (Sony Dirgantara)? "Dibeli buat pengobatan aja. Itu lukisan paling bagus," jawab Sri Suyati.

Soal lukisan, Fredy S tak main-main. Untuk membuatnya, dia biasanya tirakat, puasa mutih, atau bahkan tirakat tidak tidur. Sehingga lukisannya pun menyimpan aura mistis.

Bahkan, lantaran mengandung aura mistis, oleh orang pintar lukisan-lukisan tersebut diminta untuk dicopot saja.

"Jadi pas terakhir sakit itu, ada masukan dari beberapa yang kita kenal dateng ke sini. Bilang 'Pak lukisan ini membawa hawa negatif ke bapak. Diturun-turunin saja lukisannya, atau disimpen aja'," cerita Fery, salah seorang putra Fredy S.

"Akhirnya semua lukisannya diturunin, katanya ada penunggunya. Di atas rumah (lantai dua) juga ada penunggunya. Kita percaya gak percaya ya, karena di atas memang sudah tidak ada penunggunya hampir 10 tahun kosong. Terus katanya lukisan hewan atau manusia kan gak boleh," imbuh Fery.

Adapun lukisan-lukisan berukuran jumbo karya Fredy S tersebut, menurut Fery akan dilelang atau dijual untuk siapa saja yang menginginkan. Rencananya, lukisan tersebut akan dijual melalui situs jual beli online.

"Rencananya kita jual, siapa saja yang mau silakan," kata Fery tanpa menyebutkan berapa harga jual lukisan-lukisan tersebut.

Namun, beberapa waktu lalu, lukisan karya Fredy S ini pernah dipamerkan di sebuah mal, saat dia masih hidup.

"Dulukan kita pernah ikut pameran di Mal Cikarang. Itu sih yang besar harganya Rp 15 juta," kata istri Fredy S, Sri Suyati menambahkan.

Soal lukisan, ternyata raja dangdut Rhoma Irama juga pernah pesan lukisan kepada Fredy S. Lukisan yang dipesan Rhoma adalah lukisan perkawinannya dengan istri termudanya saat itu, Ricca Rahim.

"Melukisnya di studio di rumah Rhoma Irama," cerita Sri Suyati.

Selain menulis novel, Fredy Siswanto juga pernah menggarap skenario beberapa film layar lebar, antara lain berjudul Di Sana Mau Di Sini Mau (1989), Penakluk Srigala (1983), Gepeng Bayar Kontan (1983), dan Lara Jonggrang (Candi Prambanan) (1983). Bahkan, beberapa novelnya pernah juga difilmkan, yakni 'Sejuta Surat Cinta' dan 'senyummu adalah Tangisku.

Meski harus puas dicap sebagai sastrawan kelas bawah, picisan, kaki lima, dan segudang cibiran lainnya, toh nama Fredy Siswanto dan karyanya masih menjadi buruan sebagian kalangan sampai saat ini.

(mdk/war)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP