Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita mistis para pemadam karhutla di OKI Sumatera Selatan

Cerita mistis para pemadam karhutla di OKI Sumatera Selatan Ilustrasi Kebakaran hutan. ©Reuters

Merdeka.com - Menjadi tim pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mesti punya mental dan fisik kuat. Pasalnya, banyak peristiwa terjadi termasuk hal yang bersinggungan dengan kejadian diluar akal atau berbau mistis.

Demikian dialami sejumlah tim pemadam dari PT OKI Pulp and Paper (Sinar Mas) di Desa Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Beruntung, kejadian aneh tersebut tak membuat tim jera saat memadamkan api pada musim kebakaran.

Nursaringat (40), pria asal Gunung Kidul, DI Yogyakarta, menuturkan, banyak kejadian unik sekaligus membuat bulu kuduk merinding. Diantara cerita yang paling diingatnya adalah menemukan sebuah makam di tengah hutan, tepatnya di Simpang Jaribi, kanal 19, Distrik Sungai Jelutung.

Keberadaan makam itu baru diketahui setelah seorang rekannya mengalami kesurupan saat meratakan tanah memakai alat berat. Di saat kesurupan, rekannya meminta kembali memasang nisan yang rusak di atas makam agar kembali sadar.

"Kami bingung kok ada makam di tengah hutan, tidak tahu punya siapa, mungkin pekerja puluhan tahun lalu. Siapa yang menganggunya pasti kesurupan," ungkap Nursaringat kepada merdeka.com, Kamis (9/3).

Cerita lain dituturkan Rohadi (45), pria asal Pagaralam yang telah sepuluh tahun bertugas sebagai tim pemadam di perusahan itu. Kerap kali, dirinya dikerjai 'penghuni hutan' saat memadamkan api. Mesin pompa yang dibawanya tak kunjung menyala meski beberapa kali diganti.

"Dicoba nyala, sekali tarik. Pas dibawa ke lokasi, tidak hidup. Dibawa balik hidup, lalu mati lagi, begitu terus. Bulu kuduk sudah merinding, karena mikirnya pasti dikerjain si anu (penghuni hutan) itu," kata Rohadi.

Selain itu, Rohadi dan teman-temannya juga pernah memadamkan api yang tak kunjung padam. Padahal, alat yang digunakan sudah cukup besar dan luasan terbakar hanya sekitar berdiameter sepuluh meter saja.

"Kayu sudah habis, tanah kayak bubur, tapi apinya tak padam-padam. Capek karena sudah tiga jam, kami baca doa, akhirnya baru padam. Di sekitar sini memang banyak cerita mistisnya, apa boleh buat, resiko pekerjaan," ujarnya.

Sementara itu, Manager Fire Management APP Sinar Mas, Sujica Lusaka mengatakan, meski kerap bersinggungan dengan mistis, pihaknya tetap berupaya mencegah dan mengantisipasi karhutla yang terjadi di lahan konsesi dan sekitarnya. Terlebih, tahun ini diprediksi akan lebih kering dibanding tahun sebelumnya.

"Musim kemarau tahun ini bisa lebih kering dan potensi kebakaran sangat besar. Ini yang perlu diantisipasi," kata dia.

Menurutnya, aspek pencegahan merupakan salah satu bagian dari empat pilar utama yang menjadi landasan integrated fire manajemen(IFM), selain persiapan, deteksi dini dan respon cepat. Selain membentuk 500 Desa Makmur Peduli Api (DMPA), pihaknya juga membangun 80 menara setinggi 30 meter di daerah karhutla untuk memonitor situasi.

"Kami juga perusahaan pertama di Indonesia yang mengaplikasikan thermal imaging menggunakan kamera termal. Ini cukup efektif menginformasikan titik api untuk segera diatasi," pungkasnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP