Cerita miris Alfiyah, TKW Banyuwangi berbulan-bulan koma
Merdeka.com - Setelah delapan bulan bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan, Sihatul Alfiyah (25), warga Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menderita sakit parah. Dia mengalami koma sampai akhirnya dibawa pulang ke Banyuwangi.
Sampai kini, Alfiyah masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Blambangan. Dia dirawat khusus oleh tim dokter yang menanganinya. Kasus Alfiyah ini menambah panjang kasus-kasus penderitaan dialami TKI di luar negeri.
Berikut ini 4 cerita miris tentang Alfiyah:
Sendirian rawat 300 sapi di Taiwan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSihatul Alfiyah (25), tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sampai kini masih koma. Sebelum dibawa pulang ke Banyuwangi, dia bekerja sebagai TKI di Taiwan.Sihatul berangkat ke Taiwan dan bekerja di peternakan sapi perah di Tainan City. Ia harus mengurus 300 ekor sapi perah seorang diri mulai pukul 03.00 hingga pukul 22.00 waktu setempat.
Pulang ke Indonesia koma seperti robot
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSaat bekerja di Taiwan, Sihatul Alfiyah tiba-tiba sakit dan tak sadarkan diri. Dia lalu dirawat di rumah sakit Chi Mei Medical Center di Liouying Taiwan, lalu dipindahkan ke Panti Jompo di Min An Road Distrik Baihe Kota Tainan. Akhirnya dia dijemput pulang oleh Pemkab Banyuwangi dan langsung dirawat di RSUD Blambangan milik Pemkab Banyuwangi. Saat dirawat di RSUD Blambangan, Alfiyah koma. Tubuhnya kaku seperti robot."Dia mengalami kekakuan di tubuh, sebab terlalu lama istirahat di tempat tidur akibat kelainan sentral di otak. Gerakan motorik tubuh dan otot-otot kaku. Pada waktu awal dia datang seperti robot. Terus fisioterapi, rehabilitasi medik, sekarang sudah lemah, tidak sekaku awal-awal dia datang," ujar ketua tim dokter RSUD Blambangan, Hery Subiakto.
Didiagnosa kerusakan otak permanen
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKetua Tim dokter RSUD Blambangan yang menangani Alfiyah, Hery Subiakto, mengatakan Alfiyah didiagnosa menderita Kelumpuhan Otak Besar (Cerebral Palsy/CP). CP adalah suatu keadaan yang ditandai dengan buruknya pengendalian otot, kekakuan, kelumpuhan dan gangguan fungsi saraf lainnya. Menurut dia, diagnosa itu sama dengan hasil diagnosa tim dokter di Chi Mei Medical Center di Liouying, Taiwan."Diagnosa cerebral palsy dengan kerusakan otak permanen. Meskipun tidak pada bagian batang otak seperti diduga sebelumnya. Tapi pada bagian-bagian titik otak tertentu, memang ada gambaran pada CT scan mengalami penyusutan volume dan kematian jaringan otak," kata Hery.
Terancam lama tinggal di rumah sakit
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDengan kondisi koma seperti sekarang, Sihatul Alfiyah diprediksi bakal tinggal lama di rumah sakit. Demikian dikatakan Ketua Tim dokter RSUD Blambangan yang menangani Alfiyah, Hery Subiakto."Kelainan otak penyembuhannya tidak sesempurna yang lain. Penyembuhannya jelek. Tidak bisa seperti semula. Nanti dia mungkin akan tinggal di rumah sakit dalam waktu yang lama, seperti pasien face off di Surabaya (Siti Nur Jazilah)," terang Heru menegaskan.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya