Cerita meteorit jatuh di Temanggung, sempat dikira suara bom
Merdeka.com - Pada 11 Mei 2001, penduduk Desa Wonotirto Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung Jawa Tengah dikejutkan oleh jatuhnya meteorit. Meteorit itu jatuh pada pukul 09.00 WIB saat sebagian besar warga tengah berada di kebun.
Meteorit jatuh pada koordinat 0719 089 LS 110 05 19 BT. Lokasi jatuhnya meteorit di ketinggian 1.260 meter di atas permukaan laut.
Sugiyati, warga Kecamatan Bulu menceritakan, saat itu dia tengah berada di kebun bersama warga lainnya. Tiba-tiba terdengar suara ledakan keras. "Saya pikir bom atau gemuruh aktivitas gunung," kata Sugiyati kepada tim dari merdeka.com dan Portrait of Indonesia, Rabu (21/1).
Saking takutnya, Sugiyati lalu lari ke rumah dan tak berani mendekat. Tapi ada warga lain yang memberanikan diri mendekat. Dalam waktu sekejap, warga kemudian berdatangan dan melaporkan peristiwa ini ke pemerintah dan polisi.
Setahun kemudian, pemerintah Kabupaten Temanggung mendirikan monumen di tempat jatuhnya meteorit. Namun untuk meteoritnya sendiri sudah dibawa ke Yogyakarta untuk dilakukan penelitian.
Monumen diresmikan oleh Bupati Temanggung Sardjono pada 20 Februari 2002. Di dalam monumen hanya terdapat bongkahan batu replika. Ada juga titik koordinat jatuhnya meteorit yang sudah diberi tanda.
Monumen didirikan di tepi jalan menuju puncak Gunung Sumbing. Untuk menuju ke monumen itu harus melewati jalan kecil, tapi masih mulus. Tak jauh dari sekitar monumen juga sudah tumbuh banyak rumah warga.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya