Cerita mengharukan orang-orang yang meninggal saat beribadah
Merdeka.com - Umur merupakan rahasia Tuhan. Tidak ada yang tahu kapan ajal menjemput selain Tuhan. Atas kuasa Nya manusia bisa kapan saja meninggal tanpa mengenal kondisi dan tempat. Bahkan sedang menjalankan ibadah pun maut bisa saja datang.
Seperti yang terjadi pada Jumat (11/09) waktu Arab Saudi, ratusan orang meninggal akibat jatuhnya crane di Masjidil Haram. Padahal, saat itu mereka sedang melakukan ibadah haji di Kota Suci tersebut.
Tak kalah tragis, seorang remaja putri di Ngawi tewas seketika saat mengajar ngaji di Masjid setempat. Dia tewas karena tertimpa pilar Masjid tersebut. Sedangkan anak didiknya hanya mengalami luka-luka karena reruntuhan atap.
Berikut cerita orang-orang yang meninggal saat beribadah:
Sedang menunaikan ibadah haji, ratusan orang tewas tertimpa crane
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenjelang magrib Jumat (11/09) waktu Arab Saudi, hujan deras yang disertai angin kencang diduga kuat membuat sebuah crane jatuh menimpa Masjidil Haram yang mengakibatkan korban pun berjatuhan. Di antara korban yang meninggal dan terluka terdapat calon haji asal Indonesia.Badai angin kencang yang disertai hujan es di wilayah Mekkah diduga sebagai penyebab crane terjatuh dan menimpa Masjidil Haram. Crane tersebut merupakan alat yang digunakan untuk pembangunan perluasan Masjidil Haram.Kecelakaan tersebut menewaskan 107 orang. 10 Orang di antaranya adalah warga negara Indonesia."Tim Daker Makkah telah melakukan verifikasi dan identifikasi atas jamaah haji Indonesia sampai pukul 01.00 waktu Arab Saudi di tempat Pemulasaraan Jenazah Muaishim Makkah, didapatkan data bahwa jamaah haji yang meninggal dunia sampai hari ini bertambah tiga orang," ujar Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat, Senin (14/9).Adapun identitas ketiga korban tersebut, yakni, 1) Sriyana Marjosihono, No Paspor B1188078, asal Kloter 27 Embarkasi Solo (SOC 27); 2) Masadi Saiman Tarimin No Paspor V222619 asal kloter 38 embarkasi Surabaya (SUB 38); 3) Siti Rukayah Abdu Samad, No Paspor A2714350, asal kloter 39 embarkasi Surabaya (SUB 39).Arsyad berkeyakinan jika masih terdapat Jemaah haji asal Indonesia yang belum ditemukan, untuk itu ia meminta kepada masing-masing ketua kloter proaktif melapor ke Daker Makkah bila ada Jemaahnya yang belum kembali ke penginapan sejak insiden crane itu terjadi."Kami tetap melakukan upaya proaktif dengan menyampaikan kepada para ketua kloter untuk menyampaikan apabila di kloternya ada jamaah yang belum kembali ke pemondokan terhitung mulai dari peristiwa terjadinya jatuhnya crane di Masjidil Haram," tuturnya."Kami ada tim dari perlindungan Jemaah dan juga dari tim kesehatan yang selalu melakukan update, kunjungan, monitoring ke RS Saudi dan tempat penyimpanan jenazah di daerah Muashim-Makkah," tandasnya.
Sedang mengajar ngaji, Anik tewas tertimpa pilar masjid yang roboh
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAnik Sumiyati (17) warga Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, tewas akibat tertimpa pilar masjid yang roboh. Peristiwa nahas itu terjadi saat korban sedang mengajar ngaji di Masjid At Taqwa wilayah setempat, Senin (14/9) malam."Korban langsung meninggal dunia di lokasi karena kepalanya tertimpa pilar atap masjid yang tiba-tiba ambruk. Kasus ini masih diselidiki lebih lanjut untuk mengetahui penyebab bangunan roboh," ujar Kapolsek Kedunggalar, AKP Didik, di Ngawi, Selasa (15/9), seperti dikutip Antara.Warga mengaku mendengar suara keras di bagian atap masjid saat salat Maghrib berjamaah. Setelah salat, Anik dan belasan santrinya masih tinggal di dalam masjid untuk mengaji bersama. Saat sedang khusyuk mengaji, tiba-tiba atap masjid runtuh mengenai guru dan para santri tersebut.Saat itulah, Anik tertimpa pilar masjid yang berupa balok kayu besar, sedangkan para santrinya hanya tertimpa runtuhan atap.Anik yang merupakan anak pasangan Gunarto dan Almarhumah Sumiyem itu langsung meninggal di lokasi kejadian, akibat luka parah di kepalanya, sedangkan para santrinya hanya mengalami luka ringan.Korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan, sedangkan bangunan Masjid At Taqwa hancur. Seluruh bagian atapnya roboh dan hanya menyisakan puing-puing beton.Berdasarkan informasi warga setempat, Masjid At Taqwa di Kedunggalar tersebut dibangun pada tahun 1981 dan direnovasi pada tahun 1995. Belum diketahui pasti penyebab robohnya atap masjid tersebut. Kasus ini masih dalam penyelidikan Kepolisian Resor (Polres) Ngawi lebih lanjut.
Gara-gara mie instan, Husni dibunuh saat salat Maghrib
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comHusni Thamrin warga Jalan Timbul Jaya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, tewas digorok temannya sendiri Budi Hasan, pada Senin (29/12/2014) malam. Saat dibunuh, Husni sedang menunaikan salat Maghrib di dalam rumahnya.  Budi yang seorang pedagang pempek itu nekat menghabisi nyawa Husni hanya gara-gara makanan mie instannya dibuang. Korban dibunuh dengan cara digorok dari belakang menggunakan pisau.Usai membunuh korban, pelaku sempat kabur namun Kepolisian Sektor Cengkareng berhasil meringkus Budi di kawasan Kampung Gaga, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (31/12/2014).Sementara motif pembunuhan tersebut adalah kekesalan pribadi, lantaran pelaku kesal makanan mie instan yang dibuatnya dibuang korban. Kapolsek Cengkareng Kompol Sutarjono mengatakan, kini pelaku mendekam di tahanannya dan dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya