Cerita lucu Pacquiao di DPR dapat akik dan keris
Merdeka.com - Petinju asal Filipina, Manny 'Pacman' Pacquiao siang tadi datang ke Gedung DPR untuk bertemu Ketua DPR Setya Novanto. Salah satu yang dibahas Manny adalah soal nasib terpidana mati Mary Jane Veloso.
Kedatangan Pacquaio langsung disambut Setya Novanto yang didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Mereka sempat foto bersama sebelum berbincang.
Setelah cukup lama berbincang, Fadli Zon memberikan kenang-kenangan ke Pacman berupa cincin akik batu lumut suliki merah dan juga sebuah keris.
Setelah itu, sejumlah wartawan meminta izin ke pimpinan DPR untuk diizinkan selfie dengan peraih gelar juara tinju profesional di enam kelas berbeda itu. Namun, Fadli Zon melarang keinginan para wartawan itu.
"Gue dululah (selfie)," kata Fadli Zon diiringi tawa.
Sebelum datang ke DPR, petinju yang kerap disapa 'Pacman' itu datang ke Lapas Wirogunan, Yogyakarta pagi tadi untuk bertemu dengan Mary Jane.
Walaupun mengharapkan ada titik terang dalam kasus yang menimpa Mary Jane itu, senator Filipina itu mengaku tetap menghormati hukum yang berlaku di Indonesia dan berterima kasih atas penundaan hukuman Mary Jane.
"Saya berterima kasih kepada pemerintah Indonesia karena telah menunda eksekusi mati kepadanya, namun saya juga menghormati hukum yang berlaku di Indonesia," lanjutnya.
Menanggapi pernyataan Pacman itu, Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menghargai usaha Pacquiao dalam membebaskan Mary Jane. Menurut Fadli, DPR akan menyampaikan aspirasi Pacman itu ke Presiden Joko Widodo.
"Kami akan memberikan masukan kepada Presiden tentang apa yang terjadi kepada Mary Jane. Kami menghargai usaha dari negara sahabat dalam hal ini Filipina dalam melindungi warganya dari ancaman hukuman mati. Dan kami menghargai hubungan baik kedua negara selama ini," ujar Fadli.
Senada dengan Fadli, Ketua DPR, Setya Novanto mengapresiasi sikap negarawan Mantan Juara Dunia Tinju tersebut.
"Inilah contoh bahwa Mr Pacman adalah orang yang gentleman dan sporty, dia menghormati dan menghargai hukum di Indonesia. Sebagai seorang senator yang 2 kali terpilih adalah kewajibannya untuk melakukan usaha-usaha untuk melindungi warga negara dari hukuman mati," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Pacman datang didampingi istrinya Maria Geraldine dan Dubes Filipina Maria Lumen V Sletta.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya