Cerita korban selamat insiden gas beracun di Atlantis Ancol
Merdeka.com - Mulyana (23) menjadi salah satu pekerja yang selamat dari insiden menakutkan di Atlantis, Taman Impian Jaya Ancol, semalam. Empat rekan Mulyana tewas saat mencoba menguras tempat penampung air di wahana bermain itu.
Terletak di bawah tanah, luas penampung air itu 6 x 10 meter dengan kedalaman 6-8 meter. Intake, demikian sumber malapateka itu disebut.
"Jadi pipa tersebut memang berfungsi untuk mengolah air laut menjadi air bersih untuk digunakan di kawasan Ancol," ujar Mulyana kepada merdeka.com di Rumah Sakit Dr Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (20/6).
Mulyana menceritakan, kejadian berawal saat dirinya dan teman seprofesinya yang menjadi korban tewas, Purnama, mencoba membersihkan intake, dengan membuka sebuah pengatur volume air atau biasa disebut palka.
"Jadi dub itu saya lepas bautnya empat, saya sisakan dua baut untuk menahan tekanan air saat membuka saluran air," imbuh pria asal Garut tersebut.
Tak berselang lama, Mulyana melihat Purnama tergeletak di dasar intake dalam kondisi lemas tak berdaya. "Jadi pas saya posisi di atas tangga, saya lihat ke bawah sudah posisi di dasar sambil terbelit pipa," bebernya.
Setelah itu, Mulyana langsung menarik korban membawa keluar dari intake. Namun karena kondisi di dalam lokasi sulit dan penuh dengan genangan air akhirnya korban berteriak minta pertolongan.
"Saya ke atas lagi, ternyata datang bos saya (Miftah) lalu masuk intake ternyata tidak kuat terjatuh juga ke dalam. Soalnya di dalam baunya sangat kuat seperti belerang," ujarnya.
Seperti diketahui, empat pekerja pemeliharaan sarana rekanan PT Ancol Jaya tewas semalam. Para pekerja yang bertugas membersihkan bak penampungan air bersih di wahana bermain Atlantis itu diduga menghirup gas beracun.
Menurut Kepala Seksi Operasi (Kasieops) Damkar Jakarta Utara, Nurdin, bak sebesar 6 x 10 meter itu sedang dalam perawatan pompa, ketika dibersihkan oleh empat pekerja tersebut.
"Jadi memang itu bak penampungan air laut untuk diolah menjadi air bersih dan digunakan di kawasan tersebut," ujar Nurdin. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya