Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Kedekatan Ma'ruf Amin dengan Rizieq dan Aksi 212

Cerita Kedekatan Ma'ruf Amin dengan Rizieq dan Aksi 212 Maruf Amin tanggapi kasus pembakaran bendera. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, menampik hubungannya dengan pentolan Front Pembela Islam Rizieq Syihab menjadi buruk karena pilihannya mendampingi Joko Widodo dalam Pilpres 2019. Ketua Majelis Ulama Indonesia itu mengaku tak ada konflik sama sekali dengan Rizieq.

"HRS (Habib Rizieq Shihab) itu tidak pernah ada konflik dengan saya," ujar Ma'ruf saat dialog dengan ulama Jakarta Utara di rumah Situbondo, Jakarta Pusat, Senin (12/11).

Dia menceritakan bagaimana menjadi penengah antara Rizieq dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat kesepakatan aksi bela Islam 212. Waktu itu keduanya berselisih paham soal tempat solat Jumat.

"Pak Tito maunya di Istiqlal, HRS maunya di Thamrin wah itu berbahaya, karena itu saya sarankan di Monas karena tengah-tengah," jelasnya.

Tak berhenti di sana, Rizieq kembali protes karena pintu akses Monas hanya dibuka sedikit, begitu pula tak ada WC, juga suara penceramah diminta sampai menjangkau ke Gambir. Tito, kata Ma'ruf, menyanggupi semua permintaan itu.

Ma'ruf hanya menyarankan satu hal kepada peserta aksi 212. "Terus saya bilang jangan berdiri posisinya kemudian (jangan) provokasi duduk saja supaya aman," ucapnya.

Selain itu, Ma'ruf juga menyarankan Jokowi untuk hadir acara 212. Jokowi malah cerita ingin hadir pada saat aksi 411 sebelumnya. Berkat saran itu, akhirnya Jokowi ikut turun saat detik-detik akhir.

"Saya juga sarankan pak Jokowi bagusnya dateng, tapi waktu 411 (Jokowi bilang) maunya datang tapi protokolnya larang. Pak Jokowi 212 besok ketemu saya, bagus kalau bapak datang," ujarnya.

Selain itu, Ma'ruf juga mengatakan bahwa Rizieq dengan dirinya memiliki paham yang sama. Hanya saja jalur gerakan yang diemban Rizieq lebih radikal.

"Cuman mereka memang digunakan istilahnya mereka sebagai blower untuk menggerakkan, HRS kan punya kelebihan itu. Kebetulan di dalam gerakan sama dengan mereka. Jadi pahamnya sebenernya sama (dengan Ma'ruf)," jelasnya.

Rizieq pun menganggap Ma'ruf sebagai guru dan orangtua. Ma'ruf sempat menanyakan apakah masalah karena dirinya orang NU, Rizieq pun tak mempermasalahkan.

"Dia (HRS) bilang saya itu guru, orangtua saya," ucapnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP