Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Jokowi 7 bulan tanpa ajudan, 'jatuh hati' sama putra Papua

Cerita Jokowi 7 bulan tanpa ajudan, 'jatuh hati' sama putra Papua Kombes Johny Edison Isir. ©2017 istimewa

Merdeka.com - Dirkrimsus Polda Riau, Komisaris Besar Jhonny Edison Isir tiba-tiba dipertemukan dengan Presiden Joko Widodo. Kapolri Jenderal Tito Karnavian memunculkan namanya sebagai calon ajudan presiden.

Sudah hampir 7 bulan pos itu kosong sepeninggal Komisaris Besar (Kombes) Listyo Sigit Prabowo yang dipromosikan menjadi Kapolda Banten. Tiga perwira yang dicalonkan tak memikat Jokowi.

Saat upacara Bhayangkara 10 Juli lalu, Jokowi berbicara dengan Tito. Rupanya sang kepala negara memperhatikan Tito yang sehari-hari didampingi ajudan asal Papua, Brigadir Stevanus.

Kemudian, kata Tito, Jokowi bertanya, "ajudan Pak Kapolri orang Papua? Ya betul pak. Bagus enggak? Bagus pak, lima tahun bersama saya. Cerdas, loyal, bisa memahami apa yang kita inginkan, dan seterusnya lah," kata Tito di Polda Metro Jaya, Rabu (16/8).

Setelah itu Jokowi menyampaikan ingin memiliki ajudan dari Bumi Cendrawasih. Tito menjelaskan kebetulan dari tiga matra TNI yang jadi ajudan Jokowi semuanya jebolan Akmil 1996. Nah satu dari polisi adalah Jhonny, lulusan terbaik.

Lalu kata Tito, dia bertanya soal kesediaan Jokowi bertemu dengan Jhonny. Setelah mendapat lampu hijau disiapkan sejumlah data. "Beliau begitu dihadapkan, langsung, 'ya saya pilih dia'," ungkapnya. Jokowi langsung 'jatuh hati'.

Menurut Tito, Jhonny sosok polisi pintar. Pengalaman bertugas sudah di Jawa Timur, lalu di Papua menjabat sebagai Kapolres di Gunung Wamena, Manokwari. "Dua tempat yang sangat dinamis keamanannya tapi bisa dikelola dengan baik."

"Dia juga lulusan Australianya masternya, di Wollongong University. Jadi bahasa Inggrisnya bagus, pribadinya juga bagus, sekarang direktur reserse di (Polda) Riau," tambahnya.

Diakui oleh Tito memilih ajudan tidak hanya soal kemampuan. "Ada 3 orang ajudan, sudah tes. Tes lulus. Cuma ini kan masalah kalau namanya mencari ajudan bukan hanya masalah kemampuan, tapi juga klik enggak, ada chemistry enggak. Rupanya beliau begitu dihadapkan langsung mengatakan, 'ya saya pilih dia (Jhonny)'," jelasnya.

Menurut Tito, keputusan ini menjadi sejarah baru. "Secara pribadi ini memberikan suatu sejarah. Kenapa? Sejarah pertama kali orang Papua bisa menjadi ajudan presiden," tandasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP